Kab KulonprogoNews

Bandara Baru Jogja – New Yogyakarta Internatioal Airport

0
Yogyakarta – PT PT Angkasa Pura I tengah menyiapkan bandara baru di Kulonprogo dengan kapasitas yang lebih besar dari bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Besarnya bandar udara baru ini digadang gadang berada di bawah bandara Cengkareng.
Pimpinan Proyek Persiapan Bandara Kulon Progo PT Angkasa Pura I  R. Sujiastono dalam talkshow bersama Starjogja fm menyebut bandara baru Yogyakarta nanti akan memiliki landasan pacu / Run way kurang lebih sepanjang 3.250.00 meter. Hal inilah yang memposisikan bandara baru Yogyakarta sebagai bandara yang memiliki type berada diatas Bandara Ngurah Rai Bali dan Juanda Bandung. Besarnya kapasitas ini juga dilengkapi oleh fasilitas terbaru demi menunjang sebagai bandara modern dipadu dengan konsep lokal.
“Kalo Bali itu 3 ribu meter juanda 3 ribu tidak bisa dikembankang lagi. Disini 3.250 meter lalu tahap kedua 3600 meter kita dibawah Cengkareng tapi diatas Bali dan Juanda,” katanya di studio Starjogja Jumat (23/9/2016).
Sujiastono juga menyebutkan nantinya bandara baru Yogyakarta ini juga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Sebab saat ini Yogya menjadi destinasi wisatawan asing setelah Bali. Sehingga pasar wisata ini dapat terserap dengan baik dengan kualitas bandara baru.
“Harapannya bisa langsung ada penerbangan langsung dari erop ke Yogya. Yogya jadi tempat wisata kedua setelah Bali. ini menguntungkan bisa masuk ke Yogya dahulu ga ke Singapura atau Thailand. Lalu uangnya dihabiskan disini,” katanya.
Sujisatono juga mengatakan nantinya bandara yang berkapasitas 15 juta penumpang tersebut dapat menyelesaikan masalah parkir pesawat seperti di bandara saat ini. Sehingga peswat yang akan turun tidak lagi diputar terlebih dahulu untuk menunggu pesawat yang parkir tersebut keluar. Menurutnya di bandara baru Yogyakarta ini akan dilengkapi Taxiway (penghubung landasan pacu dengan parkir pesawat (apron), kandang pesawat (hangar), terminal, atau fasilitas lainnya di sebuah bandar udara). Sementara di bandar udara Adisucipto  hanya ada appron dan runway (landasan terbang)dan tidak ada taxi way.
“Kalo ada taxiway dia bisa keluar dari taxy way dulu sementara pesawat mendarat tadi bisa ke runway dan baru masuk. Di NYIA ada runway taxiway paralel ada runway. Jadi ada runway taxiway paralel baru appron. Jadi pesawat itu begitu masuk bisa langsung keluar. Sebelum masuk appron dia masuk taxi way. yang dari appron mau keluar bisa lewat taxi way. sehingga pergerakan pesawt keluar masuk itu bisa cepat. Lalu daya tampungnya banyak yang biasa diputar putar lewat waduk sermo tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Naik Andong, Hasto-Sutedjo Daftarkan Diri Ke KPU

Previous article

BPBD Bantul Minta Masyarakat Waspadai Bencana Saat Pancaroba

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *