pungkasan

Rebo Pungkasan, Upacara Adat Desa Wonokromo Pleret

Star Jogja- Bantul. Di Desa Wonokromo Pleret Bantul terdapat juga sebuah upacara adat yang dikenal dengan sebutan upacara Rebo Pungkasan atau Rebo Wekasan. Upacara Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan di Desa Wonokromo ini diadakan setahun sekali pada hari Selasa (malam Rabu) di minggu terakhir bulan Sapar.

Disebut demikian karena upacara ini diadakan pada hari Rabu terakhir pada bulan Sapar. Kata sapar identik dengan ucapan kata syafar yang berarti bulan Arab yang ke dua. Dalam perkembangannya, kata syafar tersebut menjadi salah sebuah nama bulan Jawa yang kedua.

Pada Rabu Wekasan, masyarakat berbondong-bondong ke tempat tersebut untuk melakukan tirakatan dengan tidak tidur semalam suntuk. Masyarakat wanita juga melakukan “upacara” meniru Ratu Kidul yaitu menyeberangi tempuran sambil mengangkat kain mereka.

Upacara Rebo Wekasan ini diselenggarakan sebagai ungkapan syukur kepada Yang Maha Agung, serta untuk mengenang dan menghormati seorang kyai pertama di Wonokromo (Kyai Faqih Usman atau Kyai Welit) yang mampu menyembuhkan segala penyakit dan dapat memberikan berkah untuk kesuksesan usaha atau untuk tujuan-tujuan tertentu.

Mitos tentang Upacara Rebo Wekasan ada beberapa versi, namun makna dan prosesi upacara tersebut ada kesamaan, yakni tentang kyai yang tinggal di Desa Wonokromo dan mempunyai berbagai kesaktian.( DEN)

Silahkan bergabung untuk diskusi