l

Masjid Kedondong : Jejak Langkah Sunan Kalijaga di Kulon Progo

STARJOGJA – KULONPROGO . Sekilas masjid ini nampak biasa. Namun ternyata masjid yang ada di wilayah Semaken 1, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo ini menyimpan jejak sejarah Sunan Kalijaga. Masyarakat mengenalnya dengan nama Masjid Kedondong.

Masjid itu diyakini sebagai masjid tertua di Kulon Progo. Berdasarkan cerita turun temurun, masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Kalijaga itu bahkan dibangun sebelum Masjid Demak.

Takmir Masjid Kedondong, Solihudin Qosim mengatakan masjid ini merupakan peninggalan dari Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama Islam waktu itu. Dalam pengembaraan itu, ia beristirahat di dekat Sungai Tinalah yang berada di sebelah barat masjid.

Saat itulah, Sunan Kalijaga meminta muridnya yang bernama Adipati Terung untuk membangun masjid. Sunan Kalijaga menandai lokasi dengan menancapkan tongkatnya untuk dibangun masjid.

Sunan Kalijaga memerintahkan untuk membangun masjid. Setelah itu memberikan tanda seperti tongkat untuk didirikan bangunan itu.Setelah mendapat perintah dari Sunan Kalijaga itu lalu Adipati Terung meneliti tanda tau tetenger (pembangunan) dari Sunan Kalijaga. Namun Setelah diteliti, tongkat itu dekat dengan sungai.

Ia lalu berpikir masjid nanti bisa terkikis oleh Sungai Tinalah tersebut. Oleh Adipati Terung, tanda itu digeser agak ke timur sekitar 100 meter dari tetenger. Bangunan masjid akhirnya didirikan tidak sesuai anjuran Sunan Kalijaga.

ketika Sunan Kalijaga kembali ke sini, ia kecewa karena tidak sesuai dengan perintahnya. Karena sikap Adipati Terung yang tidak mendengarkan perintah Sunan Kalijaga itu, ia lalu dikenal dengan sebutan nama Adipati Bodho atau Panembahan Bodho.

Qosim menceritakan tetenger berupa tongkat dari Sunan Kalijaga saat ini masih ada. Namun, tongkat itu tumbuh subur menjadi pohon Angsana yang terlihat dari masjid.

Masjid ini diRenovasi terakhir kalinya pada tahun 1990.Namun sebelumnya juga sudah direnovasi beberapa kali. Sehingga bentuknya sudah tidak seperti awal masjid ini kokoh berdiri
.Ada beberapa hal yang tidak berubah atau masih terjaga keasliannya. Salah satunya adalah Mustoko diatas masjid yang terbuat dari tanah liat. Mustoko itu masih asli dan bertahan hingga saat ini.

Selain itu masih ada bedug dan empat tiang penyangga juga masih asli. Selain dikenal dengan masjid Sunan Kalijaga masjid ini juga dikenal dengan masjid Sulthoni. Sebab masjid ini juga diakui sebagai wewengkon ndalem atau kepunyaan masjid dalem Kraton Ngayogyakarta. Bahkan ada prasasti khusus yang menandakan wewengkon ndalem ini.

Silahkan bergabung untuk diskusi