Kab GunungkidulNews

3 sumber air alternatif akan di bir untuk atasi kekeringan di Gunung Kidul

0

Starjogja.com, Gunung Kidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah memproyeksikan tiga titik sumber mata air baru yang akan dibor. Tiga sumber mata air tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, terlebih saat musim kemarau yang berujung bencana kekeringan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gunungkidul, Edy Praptono, mengatakan setidaknya terdapat tiga titik yang akan dilakukkan pengeboran. Tiga titik tersebut berada pada cekungan yang menyimpan potensi air yang melimbah dan kualitas air yang baik seperti pada Kecamatan Wonosari, Karangmojo, dan Playen.

“Pengeboran ini bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Progo Opak Serang (BBWS POS), untuk mengebor pada beberapa titik tersebut. Upaya tersebut juga harus mendapatkan izin dan rekomendasi dari pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (26/7/2017).

Selain itu dia mengatakan pengeboran sumber mata air hanya dapat dilakukan di daerah-daerah tertentu saja. Pengeboran belum dapat dilakukan pada daerah kering. Sehingga, pemenuhan kebutuhan air di daerah yang kering hanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dan sungai bawah tanah yang sudah ada.

“Kami tidak terlalu banyak melakukan pengeboran, karena jika terus dilakukan pengeboran, maka potensi kehilangan air di permukaan juga besar, karena merosot kembali ke dalam tanah,” kata Edy.

Lanjutnya lagi, saat ini pihaknya akan terlebih dahulu melanjutkan proyek pengeboran bantuan dari Norwegia yang dilakukan sejak enam tahun yang lalu di mata air Dusun Pokrandu, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Sumur saat ini sudah dibuat, dan tinggal membuat penjernihan air. Dia berharap 2017 ini proyek tersebut  selesai.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan, pencarian sumber air baru terus dilakukan, dengan melakukan pengeboran sumber air dalam atau pengangkatan air dari sungai bawah tanah di beberapa wilayah.

Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan  BBWS POS, untuk pencarian sumber air alternatif melalui penambahan sumur bor.

“Kami bekerja sama dengan BBWS POS, untuk mensurvey wilayah-wilayah yang memiliki sumber air baru yang dapat  dimanfaatkan,” jelasnya.

Selain dengan pengeboran tersebut, upaya pemenuhan target penyediaan air bersih dilakukan dengan menjalin jejaring dan pembangunan sistem pengelolaan air mandiri di 58 kawasan perkotaan, ibu kota kecamatan, dan perdesaan yang rawan air.

Tidak hanya itu, Pemkab juga melakukan penyertaan modal sebesar Rp7,8 Miliar kepada PDAM Tirta Handayani demi mendukung upaya pemenuhan kebutuhan air di masyarakat. (Jibi|Harian Jogja|Am)

Warga Timoho Tetap Tolak Pembangunan SPBU di Wilayahnya

Previous article

Pemkab Kulon Progo akan dampingi pebaikan tanaman teh

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *