Nguras Enceh Tradisi Unik Sejak Kerajaan Mataram

STARJOGJA, BANTUL – Upacara Adat Nguras Enceh di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri merupakan salah satu upacara yang digelar pada bulan suro dalam penanggalan Jawa.

Upacara ini jauh mendapat perhatian masyarakat umum kecuali bagi orang yang ingin mencari berkah. Kebanyakan mereka lebih memilih untuk melihat Upacara Ngarak Siwur yang diselenggarakan di halaman parkir makam Imogiri pada hari sebelumnya ketimbang harus bersusah payah mendaki tangga makam untuk melihat upacara adat Nguras Enceh.

Upacara Nguras Enceh atau Mengganti Air Gentong adalah tradisi yang dilakukan pada setiap bulan Sura khususnya pada hari Jumat Kliwon. Enceh atau gentong yang ada di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri ini berjumlah 4 (empat buah).

Nama-nama enceh adalah Gentong Kyai Danumaya, Kyai Danumurti, Kyai Mendung, dan Nyai Siyem. Gentong Kyai Danumaya berasal dari Kerajaan Palembang, Kyai Danumurti dari Kerajaan Aceh, Kyai Mendung dari Kerajaan Ngerum di Turki, dan Nyai Siyem berasal dari Kerajaan Siam (Thailand).

Acara kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya.Dalam kirab ini, peralatan nguras berupa siwur (gayung dari tempurung kelapa) dibawa dari Kecamatan Imogiri menuju kompleks Makam Raja-raja. Kegiatan ritual ini ditutup dengan pentas kesenian tradisional.

Silahkan bergabung untuk diskusi