Eko Suwanto: Aksi Teror Khianati Pancasila dan Keistimewaan DIY

0
14
STARJOGJA.COM, JOGJA – Aksi kekerasan yang terjadi di tempat ibadah adalah bentuk teror yang bertentangan dengan Pancasila. Aksi teror itu merupakan tindakan keji, biadab dan brutal. Tindakan tegas dari aparat kepolisian diperlukan untuk mencegah dan menangkal terjadinya aksi kekerasan dan teror lanjutan yang beruntun.
Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, dalam kesimpulan rapat kerja Komisi A DPRD DIY dengan pemda DIY, Senin 12/2/2018 menyatakan dukungan sepenuhnya diberikian agar ada sikap tegas Polri terhadap pelaku teror. Proses hukum dan langkah pencegahan ke depan agar tidak terjadi lagi aksi serupa, seperti yang terakhir terjadi di Gerejo St Ligwina Bedog, Sleman bisa diantisipasi.  Eko Suwanto menambahkan, aksi teror telah ini melukai dan mengancam keutuhan bangsa NKRI, utamanya mengoyak rasa aman warga DIY.
Eko Suwanto, menambahkan pelaku layak dihukum seberat beratnya sesuai peraturan perundang undangan yang ada. Ia juga merekomendasikan agar Pemda DIY meningkatkan koordinasi dengan Polri dan TNI termasuk menggerakkan potensi kekuatan di desa dan kelurahan dengan libatkan RW, RT, Linmas, Babinsa, Babinkamtibmas, Jaga Warga serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam melakukan deteksi dan cegah dini agar peristiwa ini tidak terulang
Dukungan penuh juga diberikan untuk menggelorakan semangat menebar kedamaian, lebih penting daripada melakukan aksi teror. Pemda DIY jika diperlukan bisa menggelar Apel Jogja Damai dengan menampilkan wajah kebudayaan dengan menghadirkan unsur pemerintah, Polri, TNI, ormas, parpol, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Warga DIY, disebutkan adalah masyarakat yang sudah terbuka dan mudah menerima siapa saja yang ingin datang ke Yogyakarta. Tapi, akan memberikan perlawanan kepada siapapun yang ingin merusak ikatan damai, yang terjalin selama ini. (DEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here