Jejak Tionghoa Tertinggal di Kulonprogo

0
4

STARJOGJA.COM,KULONPROGO–Hidup dalam keberagamaan bersama warga etnis Tionghoa sudah dijalani bangsa Indonesia sejak dahulu kala.

Begitu juga dengan warga Kulonprogo, hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah toko milik warga Tionghoa yang masih eksis hingga sekarang dan monumen penanda, salah satunya tugu Pagoda yang ada di teteg wetan Kota Wates.

Sekretaris Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo, Joko Mursito menuturkan, tugu pagoda itu merupakan simbol bahwa hubungan pemerintah daerah Kulonprogo dan warga Kulonprogo bersama dengan warga Tionghoa begitu kuat.

Tugu tersebut merupakan persembahan dari warga Tionghoa dan diresmikan pada 23 Desember 1931 sebagai peringatan 25 tahun bertakhtanya Paku Alam VII dan 100 tahun Adikarto.

“Itu simbol kebersamaan dan persatuan. Bahwa orang Tionghoa di Kulonprogo bisa diterima, begitu juga sebaliknya, orang Kulonprogo diterima sebagai saudara oleh mereka,” terangnya.

Tugu tersebut pada awalnya berwarna putih, beberapa waktu kemudian diwarnai dengan cat hijau dan kuning seperti warna khas bangunan dan beragam monumen di Kulonprogo pada umumnya.

Namun belum lama ini, tugu tersebut kembali dicat dengan warna aslinya, putih dengan sentuhan emas. Perawatan lain, Disbud mendukung lanskap tugu dengan menambah lampu penerangan dan tanaman hias di sekeliling tugu tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Disbud Kulonprogo, Fitri Atiningsih Fauzatun mengungkapkan, tugu pagoda yang berada di teteg wetan Kota Wates itu merupakan satu dari 14 warisan budaya Kulonprogo yang telah berhasil direkomendasikan sebagai cagar budaya lewat usulan kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja |

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here