Media dan Masyarakat Harus Sensitif Gender

0
38
Founder ICJ Jadi Peserta pelatihan jurnalisme gender (FOTO : Bobi Visca)

STARJOGJA.COM.JOGJA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY menyelenggarakan “Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi Pegiat Media Berbasis Komunitas di DIY” pada Senin-Selasa,(9-10/07/2018) di Hotel Grand Keisha. Acara ini diikuti oleh pegiat blog, content creator dan admin media sosial di Yogyakarta.

dr. Arida Oetami, MKes, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY menyebutkan tanpa adanya pengawasan dan peran serta dari orang tua, anak dapat dengan mudah mengakses hal yang mereka senangi baik dalam bentuk foto dan video. Anak dan para perempuan akan rentan menghadapi aneka Kekerasan meliputi kekerasan fisik, psikis bahkan seksual.

Ia juga menyebut Isu ketidaksetaraan gender, kekerasan pada perempuan dan isu-isu lain masih kuat menerpa perempuan-perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya peran media menjadi sangat penting sebagai mediator, dan jembatan yang bisa membantu pemerintah, dan masyarakat dalam menfasilitasi juga menindaklanjuti penanganan kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi dalam masyarakat.

” Sudah saatnya kita membangun kesadaran bahwa perempuan dan laki-laki bisa memiliki peran yang sama ” ungkapnya.

Pelatihan jurnalisme sensitif gender bagi jurnalis media penting, karena dapat membantu para pekerja media untuk memahami bahwa sikap, prasangka, bias dan konstruksi gender telah menguasai media. Dia berharap pekerja media mendapat bekal dan keterampilan teknis untuk menganalisis berbagai fakta, isu dan data dari perspektif gender.(BOB/DEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here