Kab BantulNews

7 Pasar di Bantul Direvitalisasi

0

Dinas Perdagangan Bantul berencana merevitalisasi tujuh pasar rakyat pada 2017, revitalisasi berupa pembenahan bangunan dan sarana prasarana. Bila selesai, dinas akan memprioritaskan pedagang lama untuk tetap berjualan di dalamnya.

Sekretaris Dinas Perdagangan Bantul Slamet Santosa mengungkapkan, rencana revitalisasi pasar akan lebih banyak berupa pembenahan kecil dan sedang, serta bersifat lanjutan. Hanya Pasar Semampir yang bentuknya pembangunan besar, dan membutuhkan dana hingga Rp20 miliar. Slamet mengungkapkan pada dasarnya dimungkinkan ada ruang-ruang bagi hadirnya pedagang baru yang akan berjualan di pasar-pasar yang sudah direvitalisasi nanti.

“Intinya pedagang lama harus tertampung dulu, kalau memang ada peluang yang baru mau masuk, diperbolehkan,” kata dia, Kamis (19/1/2017).

Rencananya revitalisasi tujuh pasar rakyat itu akan menggunakan dana yang berasal dari APBN, APBD DIY, maupun APBD Bantul. Sampai saat ini yang sudah pasti (direvitalisasi) yakni Pasar Hewan Pleret, sumber dananya dari DAK sebesar Rp 931 juta.

Selain Pasar Hewan Pleret, pemkab juga menyiapkan anggaran Rp6 miliar untuk merevitalisasi tiga pasar rakyat, yakni Pasar Semampir Sedayu dengan anggaran Rp4 miliar, Pasar Janten Kasihan sebesar Rp1 miliar, dan Pasar Panasan Piyungan sebesar Rp1 juta.

“Sebenarnya tidak semua baru direhab tahun ini. Misalnya Pasar Panasan, program revitalisasi pasar di sana adalah lanjutan dari proyek pembangunan sebelumnya,” tuturnya.

Dinas Perdagangan juga berencana merevitalisasi Pasar Mangiran Srandakan, rencana ini masih menunggu dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan. Karena, kendati dinas sudah mengajukan anggaran sebanyak Rp20 miliar sejak 2007, masih belum mendapat respon. Jika terealisasi, maka Pasar Mangiran akan dibangun menjadi dua lantai. Lantai pertama menjadi zona basah yang menjual hasil pertanian sedangkan lantai dua menjual pakaian.

Dua pasar lainnya yang rencananya direvitalisasi adalah Pasar Barongan Jetis dan Pasar Gatak Bambanglipuro, revitalisasi dua pasar ini diperkirakan membutuhkan dana dari APBD DIY sebesar Rp2 miliar. Namun, pada akhirnya rehab akan dilakukan menggunakan dana dinas karena dana dari propinsi tersebut tak kunjung turun.

Kepada Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi menyebutkan masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dan mencoba melengkapi dokumen untuk keperluan lelang proyek. Diharapkan Februari atau awal Maret sudah masuk lelang, dan pada pertengahan Maret pembangunan dapat dimulai.

SIM Tidak Bisa Gantikan KTP

Previous article

41 SMP di Sleman Siap Laksanakan UNBK

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Bantul