Kab KulonprogoNews

Kulon Progo kurangi anggaran infrastruktur jalan

0
Klaster Covid-19 di Kulonprogo
Kabupaten kulonprogo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur jalan karena dialoksikan untuk pembangunan infrastruktur pendukung bandara, pendidikan, dan kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pemkab mulai melakukan pemetaan kebutuhan anggaran sehingga anggaran yang dialokasikan sesuai kebutuhan.

“Pembangunan tidak hanya fisik, kami harus meningkatkan anggaran kesehatan dan pendidikan. Kami akan memetakan keuangan, seperti pembangunan bandara yang membutuhkan dukungan,” kata dia.

Ia mengatakan pembangunan jalan harus terintegrasi dengan pengembangan lain, seperti objek wisata atau mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga pembangunan jalan dapat dirasakan maanfaatnya.

“Pembangunan jalan harus terintegrasi dengan program lain. Kami sudah meminta SKPD mengubah cara berpikir bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata jalan, tapi jalan yang mendukung perkembangan sektor parisata atau sektor pertanian,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo Nurcahyo Hudi Wibowo mengatakan pemkab gagal merealisasikan target perbaikian infrastruktur jalan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2011-2016.

Ia mengatakan realisasi kondisi jalan kabupaten sepanjang 647 kilometer hanya terealisasi 70 persen dari target 85 persen jalan dengan kondisi baik.

“Pada cuaca yang sangat buruk mempengaruhi kondisi jalan. Seharusnya jalan sudah baik, tapi terkena hujan menyebabkan aspal terkelupas, dan berlubang. Selain itu, anggarannya tidak cukup untuk mencapai target,” kata Nurcahyo.

Ia mengatakan pada 2016, DPUP-KP sudah melakukan penanganan jalan kabupaten yang ada tujuh kegiatan, yakni pemelihadaan jalan senilai Rp14,6 miliar, perbaikan jalan Rp50 miliar, perbaikan jembatan Rp14,7 miliar, rehabilitasi Rp3 miliar, perbaikan rutin Rp6 miliar. DPUP-KP juga mendapat dana keistimewaan untuk pembangunan jalan Rp1,8 miliar.

“Dari anggaran tersebut, kami dapat menyelesaikan perbaikan jalan 42 kilometer dari total 647 km. Perbaikan jalan ini, memang jauh dari target,” kata dia.

Selanjutnya, kata Nurcahyo, jalan desa yang ada 1.353 km, yang kondisi baik lokasinya hanya 60 persen.

“Kondisi jalan desa di 12 kecamatan hampir merata, ada yang rusak parah dan sedang,” katanya. (Sumber:Antara)

Peniliti: Tanah di jawa rawan longsor

Previous article

Semen padang kalahkan arema

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *