Ini Nilai Tertinggi UN SD/MI se-DIY

0
502
Pendidikan
ujian sekolah sd tlogolele

STARJOGJA.COM,JOGJA – Seluruh SD/MI di DIY akan mengumumkan kelulusan sekaligus nilai yang diperoleh siswa pada Senin (4/6/2019) pekan depan. Disdikpora DIY merinci nilai tertinggi se-DIY Ujian Sekolah/Madrasah (USM), dulu disebut Ujian Nasional (UN) sebesar 296,5 dan terendah 66,8.

Pelaksanaan USM 2018 tingkat SD/MI menggunakan soal dengan komposisi 25% dari pusat dan 75% daerah, selain pilihan ganda disertai dengan jenis soal essay. Disdikpora DIY yang mengoreksi langsung soal tersebut.

 

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, rata-rata USM DIY sebesar 203,94 dari total 49.586 peserta USM SD/MI. Rata-rata tertinggi dari Kota Jogja sebesar 212,76, Sleman 211,05, Kulonprogo 210,62 disusul Bantul 198,43 dan Gunungkidul di urutan terakhir dengan rata-rata 188,61.

Adapun nilai tertinggi USM se-DIY yaitu 296,5 dengan rincian nilai Bahasa Indonesia 98,3, Matematika 100 dan IPA 100. Sehingga tidak ada siswa yang memiliki nilai sempurna 100 ketiga mata pelajaran tersebut.

“Untuk rata-rata Bahasa Indonesia 72,15, Matematika rata-rata 60,76 dan IPA rata-rata seDIY 71,03. Untuk nilai terendahnya 66,8,” terang Baskara Aji di Kantor Disdikpora DIY, Jumat (1/6/2018).

Ia menambahkan, distribusi nilai secara umum nilai antara 70,00 hingga 79,00 tergolong paling banyak. Untuk Bahasa Indonesia ada 16.863 siswa yang memperoleh nilai tersebut, kemudian Matematika ada 8.294 siswa dan IPA 14.034 siswa.

Aji mengatakan, pengumuman dilakukan pada Senin (4/6/2018) dengan menyesuaikan kondisi sekolah, seperti mengundang orang tua dan berbagai cara lain. “Bisa juga secara online atau diumumkan bersamaan pelepasan siswa, bisa dengan buka bersama. Kami serahkan ke sekolah karena kalau SD tidak ada potensi arak-arakan, sambil memberikan ruang kreatifitas anak kami serahkan ke sekolah,” kata dia.

Aji memastikan seluruh nilai telah tersampaikan ke UPT SD/MI di DIY dan telah diberikan ke sekolah pada Jumat. Hasil tersebut sebenarnya sudah diberikan kepada sekolah beberapa hari sebelumnya, namun kemudian pihaknya melakukan penarikan karena ada beberapa item yang perlu direvisi. “Tetapi yang sudah kami sampaikan ke UPT ini dipastikan sudah valid,” kata dia.(DEN/HARIANJOGJA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here