Esai

Bonus Asian Games 2018 Perlukah atau Berlebihan ?

0
Organisasi Anti-Doping Indonesia (IADO) meminta atlet memahami kandungan zat kimia seperti kafein, kreatin, maupun minuman berenergi.
Bupati Sleman Sri Purnomo berfoto bersama dengan para atlet Asian Games di Rumah Makan Pringsewu, Rabu (9/9/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati

STARJOGJA.COM, Yogyakarta – Wah seneng ya kalau dapat uang banyak banget sampai satu setengah milar lagi. Begitulah kata teman saya menanggapi besarnya hadiah peserta Asian Games 2018 yang berhasil memperoleh medali emas.

Kita ketahui Pemerintah telah menyerahkan bonus bagi peserta Asian Games 2018 yang berhasil mendapatkan medali, baik medali emas, medali perak, atau medali perunggu. Bonus mereka ditransfer langsung ke rekening bank milik BUMN.

Bagi atlet peraih medali emas diberikan bonus uang sebesar Rp 1,5 Miliar, peraih medali perak mendapatkan Rp 500 juta, sementara peraih medali perunggu mendapatkan bonus uang sebanyak Rp 250 juta. Menurut catatan bonus yang diberikan oleh pemerintah melalui anggaran Kemenpora total sebanyak Rp 210 miliar.

Baca Juga : OPINI : Jangan Berhenti Pada Capaian Asian Games Saja !

Ada yang bilang ini merupakan sebuah jawaban kepada masyarakat Indonesia jika olah raga bisa menjadi sebuah profesi menjanjikan di Indonesia.

Selain medapatkan bonus dari Pemerintah pusat, atlet yang berhasil meraih medali juga diberikan bonus oleh Pemerintah daerah masing-masing.

Ada juga merasa ikut berbahagia tapi ada yang merasa bonus tersebut terlalu besar ditengah kondisi negara dengan naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Terlepas dari pendapat beberapa teman saya itu, saya kok mempunyai pendapat sendiri. Memang sudah sepantasnya mereka para pahlawan olah raga yang mencatatkan prestasi di tingkat internasional mendapatkan bonus. Adanya bonus ini akan semakin membuat anak bangsa semakin berani untuk memilih jika dengan olah raga, mereka mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bahkan membahagiakan orang-orang yang mereka cintai.

Semoga ini juga bukan karena jelang tahun politik, kebiasaan memberikan bonus kepada orang berprestasi menurut saya akan sangat penting untuk memberikan suntikan motifasi bagi mereka.

Bayu

50 Ribu Gelas Kopi Dibagikan di Festival “Ngopi Bareng KAI #2”

Previous article

Kaki Bisa Jadi Penanda Penyakit

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Esai