News

Sejarah Industri Board Game Indonesia Dimulai di Jerman

0
board game
Sejarah bagi industri board game Indonesia di Jerman (foto : Bekraf)

STARJOGJA.COM, JERMAN – Booth Archipelageek di ajang pameran board game internasional, Essen Spiel 2018, menjadi lokasi bersejarah bagi industri board game Indonesia. Di booth tersebut penerbit game asal Indonesia Manikmaya Games melakukan penandatangan nota kesepahaman kerjasama lisensi dengan Blue Orange Games, penerbit board game internasional.

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka menerbitkan game dari Manikmaya yang mengangkat tema dongeng Timun Mas.

“Tahun lalu kami bertemu dengan Eko Nugroho, CEO Manikmaya, dan kami tertarik dengan game itu. Bukan hanya pada gameplay-nya, tapi juga pada latar ceritanya,” kata Thierry Denoual, CEO dan Cofounder Blue Orange Games.

Baca Juga : Teknologi Finansial Diprediksi Tumbuh di Masa Depan

Blue Orange adalah penerbit game kelas dunia. Game terbitan mereka dijual di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Thierry mengatakan game Timun Mas pun nantinya akan dihadirkan di negara-negara tersebut.

Eko Nugroho, CEO Manikmaya Games, mengatakan pembicaraan dengan Blue Orange sudah dirintis sejak empat tahun lalu. Proses sampai akhirnya mereka percaya pada game Timun Mas adalah proses yang cukup panjang.

Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF, berpendapat bahwa langkah tersebut amat baik bagi industri board game Indonesia.

“Ini langkah pertama untuk board game Indonesia masuk ke pasar global. Kami berharap hal ini bisa menginspirasi pencipta board game di Indonesia, untuk melihat bahwa board game Indonesia punya kualitas masuk di pasar global,” ujarnya.

Joshua juga mengatakan, pencipta board game Indonesia harus percaya diri untuk mengangkat konten asli Indonesia ke dalam board game. Karena, menurutnya dunia selalu mencari sesuatu yang berbeda.

“Pencipta boardgame Indonesia beruntung ada di Indonesia. Anda lahir di negeri dengan budaya yang bisa memberikan ribuan inspirasi, tinggal bagaimana Anda membawa inspirasi ini jadi sesuatu yang mendunia,” tuturnya.

Booth Archipelageek di Essen Spiel 2018 berlokasi di Hall 3, Q-106. Booth berukuran 66 m2 ini menghadirkan 24 judul game dari 7 penerbit asli Indonesia. Delapan dari judul itu dikedepankan sebagai unggulan di bawah label Indonesia Select, yaitu: Aquatico, Mahapatha, Mahardika, Orang Rimba, Smong, The Festivals, The Art of Batik dan Waroong Wars.

Bayu

Pergantian Pasukan Bregada Pakualaman Setiap 35 hari

Previous article

Megadeth Guncang Jogjarockarta, Jokowi Buka Konser

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News