Kota JogjaNews

Pemkot Jojga Revitalisasi Drainase Di Kawasan Cagar Budaya

0
Drainase Peninggalan Belanda r
Ilustrasi Perbaikan Drainase ( FOTO : JIBI)

STARJOGJA.COM, JOGJA – Pemkot jogja lewat Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta┬áRevitalisasi Drainase Di Kawasan Cagar Budaya . Proyek itu akan dikerjaka pada 2019 menggunakan dana keistimewaan.

“Kami akan melakukan revitalisasi drainase di Kawasan Cagar Budaya Kotagede dan di Kawasan Cagar Budaya Malioboro untuk mendukung penataan kawasan, kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Sabtu.

Di Kotagede, saluran drainase yang akan direvitalisasi berada di Jalan Mondorakan dengan panjang saluran sekitar 717 meter. Dana yang dialokasikan untuk pembiayaan revitalisasi sekitar Rp10,4 miliar.

“Pada awalnya, kami merencanakan pekerjaan saluran drainase hingga Jalan Kemasan agar tidak dikeluhkan masyarakat karena pembongkaran jalan. Namun, karena dana yang diterima hanya cukup untuk memperbaiki saluran di Jalan Mondorakan, maka pekerjaan terpaksa dilakukan bertahap pada 2020,” kata Aki.

Perbaikan saluran drainase di Jalan Mondorakan tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi genangan yang kerap terjadi saat hujan lebat.

“Kapasitas drainase di Jalan Mondorakan memang kecil sehingga dalam proses revitalisasi tahun depan, kami akan memperbesar saluran dengan ukuran yang lebih besar. Apalagi, pertumbuhan permukiman cukup banyak dan seluruhnya dialirkan ke Jalan Mondorakan,” katanya.

Baca juga : Perbaikan Drainase Butuh Rp25 Miliar

Saat ini, kapasitas saluran drainase di Jalan Mondorakan sekitar 60×60 centimeter dan akan diperbesar menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi 1,8×1,5 meter. Di Kawasan Malioboro, drainase yang akan diperbaiki berada di Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan, masing-masing sepanjang 200 meter dengan dana sekitar Rp3 miliar.

“Selain perbaikan drainase, kami juga akan membenahi trotoar di Jalan Suryatmajan agar kondisi lingkungan di ruas jalan tersebut semakin tertata. Apalagi, pintu masuk kantor Gubernur DIY berada di jalan tersebut,” katanya.

Aki juga menyebut, sudah merencanakan beberapa pekerjaan perbaikan talut dan saluran drainase menggunakan APBD Kota Yogyakarta 2019 namun pelaksanaan pekerjaan tersebut sangat tergantung pada perkembangan kondisi di Kota Yogyakarta.

“Jika tiba-tiba terjadi kerusakan yang cukup besar dan membutuhkan penanganan segera, maka bisa saja alokasi anggaran perbaikan dialihkan untuk kepentingan yang lebih mendesak. Kami pun masih menunggu evaluasi APBD 2019 di DIY,” kata Aki.

Sejumlah pekerjaan yang sudah direncanakan tahun depan di antaranya melanjutkan pekerjaan perbaikan revitalisasi talut di Sungai Code yang berada di dekat Masjid Syuhada, melanjutkan pekerjaan revitalisasi drainase di Jalan Babaran dan sirip-sirip jalannya, perbaikan drainase di sekitar jembatan di Jalan Pembela Tanah Air, serta drainase di Jogokaryan. “

Tak Cuman Gonzales, Tak Sedikit Pesepakbola Masih Aktif di Usia 40 tahun

Previous article

Daffam Fortuna Punya Dua Acara Seru Tahun Baru

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja