Misteri Hitam Putih Dalam Foto Djaduk Ferianto

0
Misteri Hitam Putih Dalam Foto Djaduk Ferianto
Misteri Hitam Putih Dalam Foto Djaduk Ferianto FOTO : Kanzun D

STARJOGJA.COM. JOGJA – Fotografi jadi dunia baru Djaduk Ferianto. Sebelumnya publik mengenalnya sebagai sosok di dunia musik, teater, festival jazz dan seni tari. Misteri Hitam Putih Dalam Foto Djaduk Ferianto dapat disaksikan dalam Pameran bertajuk ” Meretas Bunyi”.

Pengalaman masa mudanya atau memori-memori masa kecilnya pun sudah melebur dengan fotografi. Hal ini kerap terjadi karena ia menjadi model dari Kusnadi , seorang akademisi seni dan karena itulah Djaduk mulai jatuh cinta dengan fotografi.

“Fotografi itu merupakan alat untuk melatih sensifitas,” ujar Djaduk Ferianto sang seniman. Sabtu, 15/12/2018.

Pembukaan pameran yang diadakan 15 Desember 2018 ini menampilkan foto-foto yang merupakan hasil karya Djaduk dari tahun 2012. Djaduk memilih ‘ngeng’ dalam metode memotret, maksud dari ‘ngeng’ ini adalah perpaduan ‘roso’ dan ‘pikir’ yang sulit dinarasikan tapi dapat dirasakan.

“Saya gak tau yang namanya keahlian fotografi, misalnya gak tau artinya diafragma, gak tau artinya kecepatan dalam pengambilan gambar, kalau ada momen yang pas disekitar saya, itu ada ‘ngeng’nya , terus saya akan mengambil foto tersebut, ” jelasnya.

Tema dalam pameran ini ialah ‘Meretas Bunyi’. Ada 83 foto yang terpilih dalam pameran ini, dimana hampir keseluruhan fotonya berwarna hitam putih.

“Saya jatuh cinta dengan foto hitam putih karena dalam foto hitam putih itu ada ruang misteri ada ruang imaji yang sangat liar,” ujarnya.

Desain pameran kali ini langsung dari ide Doni Maulistya yang merupakan kurator dalam pameran ini. Pemilihan foto yang menjadi isi pameran juga langsung dipilih oleh Doni.

“Milih-milih fotonya itu berdasarkan dari visual imaji nya, ini bagus gak ya, cocok gak ya,” kata Doni saat ditemui di sela Pameran.

Doni juga mengatakan dalam pameran ini tidak ada pengeditan foto secara khusus. Pengeditan yang dilakukan hanyalah mengganti warna foto menjadi hitam putih kemudian memotong foto tersebut agar sesuai dengan medianya.

“Karena media yang dipakai disini kan juga salahsatu desainnya, sudah ngedesain tata letak foto,dan media,” tambahnya.

Pameran berlangsung 15 hingga 30 Desember 2018 di Bentara Budaya Yogyakarta. Dengan adanya pameran ini Djaduk berharap pengunjung dapat bertamasya dan berimajinasi dalam melihat foto pamerannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here