Flash InfoLifestyle

Ini Olga Ladyzhenskaya, Matematikawan Rusia di Google Doodle Hari Ini

0
Olga Ladyzhenskaya
Olga Ladyzhenskaya

STARJOGJA.COM. TEKNO – Google Doodle Kamis (7/3/2019) ini meperingati hari ulang tahun ke-97 Olga Ladyzhenskaya. Dia adalah matematikawan yang dikenal atas hasil kerjanya dalam persamaan diferensial eksak (PDE) dan dinamika fluida.

Lahir di Kologriv, wilayah bekas Uni Soviet pada 7 Maret 1992, Olga telah menghasilkan lebih dari 250 jurnal. Penelitiannya soal persamaan diferensial eksak telah berkontribusi dalam kemajukan studi dinamika fluida di berbagai bidang seperti oseanografi, ilmu kardiovaskular, aerodinamika, dan prakiraan cuaca.

“Dia mungkin salah satu matematikawan paling utama dari Rusia,” kata Dr Marshall Slemrod, seorang ahli matematika di University of Wisconsin, kepada The New York Times ketika Ladyzhenskaya meninggal pada usia 81 tahun.

“Jika Anda percaya ramalan cuaca, Anda harus menyelesaikan persamaan yang ia teliti,” sambungnya.

Karier keilmuwan Olga tak melulu berjalan mulus. Ia harus menghadapi banyak rintangan di bawah rezim pemerintahan Joseph Stalin. Olga sempat dilarang pemerintah Soviet untuk masuk ke Universitas Leningard karena ayahnya dianggap musuh negara.

Mengutip The Independent, Ayah Olga, Aleksandr Ivanovich Ladyzhenskii sendiri merupakan sosok yang berpengaruh besar dalam hidup Olga. Ia lah yang mendorong ketertarikan Olga terhadap matematika sejak usia muda. Ladyzhenskii dipercaya tewas pada 1937 dalam sel tahanan setelah ditangkap oleh otoritas Soviet yang bernama NKVD atau polisi rahasia. Saat itu Olga baru berusia 15 tahun.

Akibat larangan tersebut, Olga akhirnya memilih untuk mengajar di panti asuhan dan sekolah menengah sebelum masuk ke Universitas Moskow pada 1943. Selama mengenyam pendidikan di Universitas Moskow, Olga mendapat kesempatan emas belajar di bawah pengawasan matematikawan terkenal Ivan Petrovsky.

Lulus dari sana, Olga lalu melanjutkan studi doktoral di Universitas Leningrad. Perjalanannya di Universitas Leningrad pun tak mudah, tesis yang ia selesaikan pada 1951 baru bisa dipublikasi pada 1953 setelah Stalin meninggal.

Meski hidup di bawah opresi, Olga dikenal tak takut untuk mengekpresikan opininya dalam isu-isu sosial. Universitas St. Andrews bahkan menulis ekspresi tersebut kerap mengancam keselamatannya.

Bukan hanya memiliki pemikiran yang kritis, Olga juga berteman dengan Aleksandr Solzhenitsyn, penulis yang kerap mengkritik pemerintah Uni Soviet. Penyair Anna Akhmatova, yang karnya banyak berisi kecaman terhadap rezim Stalin pun diketahui memiliki hubungan baik dengan Olga.

Olga mulai mencicipi kebebasan pada 1989 ketika pemerintahan komunis berakhir diikuti runtuhnya Uni Soviet. Ia lalu mulai mengajar sebagai dosen dan menjadi peneliti di Institut Matematika Steklov. Kariernya setelah itu terus menanjak, pada 1991, ia ditunjuk sebagai kepala Laboraturium Matematika Fisika.

Meski kondisi ekonomi di negerinya memburuk sejak berakhirnya Uni Soviet, Olga tetap memilih menetap di Rusia. Ia kemudian menjadi anggota St Petersburg Mathematical Society pada 1959 dan pada 1990 menduduki kursi kepresidenan organisasi itu.

Sepanjang hidupnya, Olga telah menerbitkan ratusan penelitian. Ia memperoleh penghargaan Medali Emas Lomonosov pada 2002 atas sumbangsihnya pada kemajuan matematika. Olga wafat dua tahun setelah itu pada 12 Januari 2004.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Penyanyi Lagu Aishiteru Ditangkap Karena Narkoba

Previous article

Mendagri Ajak Pemda Hormati Kepala Daerah dan Presiden Terpilih

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info