Jangan Sebar Video Penembakan di Selandia Baru

0
60
Brenton Tarrant
Penembakan di Masjid New Zealand (foto : Reuters)

STARJOGJA.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta pengguna media sosial untuk tidak ikut menyebarkan video kekerasan kejadian penembakan di Selandia Baru. Sampai berita ini diturunkan sudah ada 49 orang meninggal dunia.

“Imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menyebarkan video (penembakan) tersebut,” kata Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulisnya kepada starjogja.com, Jumat (15/3/2019) sore.

Baca juga : Indonesia Merespon Penembakan di Masjid Selandia Baru

Ferdinandus menyampaikan, Kominfo akan melakukan koordinasi dengan penyedia media sosial untuk menurunkan atau men-take down video yang tersebar di masyarakat ini.

Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

” Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru” jelasnya.

Seperti diketahui,Penembakan sadis yang terjadi terhadap jemaah Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Islamic Center di Kota Chistchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) siang memakan korban lebih dari 40 orang. Video penembakan yang dilakukan teroris ini pun tersebar luas di media sosial. Bahkan, di Twitter tagar atau tanda pagar # Christchurch masuk dalam daftar trending topic.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here