Es Goreng Pak Gatot Kuliner Unik Alkid Yogyakarta

0
21
es goreng
FOTO : Boby V
STARJOGJA.COM. KULINER – Bagi warga Jogja, terutama yang sering menghabiskan waktu menjelang senja di Alun-Alun Kidul ( alkid ) Yogyakarta , pastinya kerap bertemu dengan jajanan Es Goreng Pak Gatot. Setiap sore, motor besarnya terparkir di sebelah barat Alun-alun Kidul. Di bagian belakang joknya, terdapat sebuah etalase tempat Pak Gatot meracik es gorengnya.
Namun, sisi menarik dari Es Goreng Pak Gatot tidak cukup berhenti sampai di situ saja.Pak Gatot punya cara unik untuk menjajakan dagangannya sekaligus merayu masyarakat mencicipi es gorengnya.
“Halo, ladies. Sering makan es goreng kelak kamu akan menjadi anak yang pintar, ya,” celetuk pria bernama lengkap Gatot Sunardi dari atas motornya.
Dari pengeras suara yang terletak di atas etalase, suaranya nyaring memanggil pengunjung untuk mendekat ke dagangannya.
Es Goreng Pak Gatot merupakan salah satu street food yang cukup terkenal di Kota Jogja. Selain di Alun-alun Kidul, Pak Gatot setiap hari Minggu menjajakan es gorengnya di pasar akhir pekan atau yang lebih dikenal dengan nama Sunday Morning. Penggemarnya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sajian es goreng ini sebetulnya merupakan jajanan jenis es potong. Awalnya Pak Gatot memulai usaha es potong sejak tahun 1981. Usahanya sempat menurun. Namun, Pak Gatot kembali bangkit dengan inovasi es potong yang dicelup cokelat cair dan dari situlah tercetus istilah es goreng.
Setiap hari, Gatot menyiapkan 100 batang es potong lonjong dengan panjang kira-kira 30 cm. Dalam penyajiannya, ia akan membagi dua es tersebut sama panjang. Sebagai pegangan, bagian bawah es potong akan ditusuk dengan batang lidi.
Terakhir, Gatot akan menggoreng esnya dengan mencelupkannya ke dalam cokelat mendidih sehingga es potongnya akan terlumuri cokelat kering yang seolah-olah sehabis digoreng. Sensasi dari es yang dingin namun empuk dan manis, bersatu dengan ketan yang gurih serta cokelat kering yang renyah.
Meski tergolong street food, usahanya tersebut sudah lolos sertifikasi kesehatan terbukti dengan surat yang tertempel pada samping etalasenya. Es Goreng Pak Gatot terbebas dari bahan pengawet serta pemanis buatan. Untuk satu buah es goreng, pembeli cukup menyiapkan uang Rp 3.000 saja.
“Ladies, es goreng ini cukup tiga ribu saja. Khusus buat kamu yang cantik, tak kasih lima ribu dapat dua,” ujar Pak Gatot sambil menjajakan es gorengnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here