FeatureKota Jogja

Pengunjung Museum Dewasa Muda Yogyakarta Rendah

0
Pengunjung museum dewasa muda
M useum Zoologi (foto : indonesia.tripcanvas.co/id/bogor/tempat-wisata-anak-liburan-keluarga/)

STARJOGJA.COM, Yogyakarta – Pengunjung museum dewasa muda dinilai masih rendah mengunjungi museum yang ada di Yogyakarta. Duta museum Yogyakarta Shinta Kristanti mengatakan pengunjung museum dewasa muda di Yogyakarta masih kalah dengan anak-anak.

“Kami cermati dewasa muda masih kurang dari 2 persen. Lebih banyak dari dewasa muda dari luar negeri,” katanya kepada Starjogja 101,3 FM Rabu (20/3/2019).

Jumlah kunjungan dari anak-anak ini lebih tinggi bahkan mayoritas pengunjung museum karena adanya program wajib kunjungan dari Dinas Kebudayaan. Hal ini berbeda kondisinya dengan museum di luar negeri seperti di Belanda.

Baca Juga : Museum di Yogyakarta Harus Terus Inovasi

“Berkesenian dan berkebudayaan masih cukup minimal di Indoensia tidak seperti di luar negeri. Saya belajar di Belanda itu di museum tempat hang out mereka. Gaya minat mereka lebih subur. Padahal koleksi kita tidak kalah dengan mereka punya,” katanya.

Ia melihat kondisi bukan karena mahalnya masuk ke museum tapi karena kurangnya berkesenian dan berkbudayaan di Indonesia yang masih kurang. Selain itu juga karena masihkurang menghormatinya masyarakat dengan budaya mereka sendiri.

“Museum Jogja ada yang free ada yang berbayar. Sonobudyo itu 3 ribu rupiah, museum yang sedikit berbayar Ulen Sentalu itu 25 ribu itu paling mahal museum Gajah di Jakarta saja hanya 5 ribu saja. Belanda itu bervariasi mulai 12-25 euro bisa makan siang dengan layak. Kenapa sampai umpek-umpekan,” katanya.

Menurutnya dengan mendatangi museum maka akan idketahui budaya dan kesenian di daerah tersebut. Sehingga banyak hal yang bisa dipelajari dari museum.

“Pengin tahu soal Singapura itu saya ke museum itu lebih mudah ketika datang ke museum akan diceritakan disana,” katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah duta museum di Jogja ada 6 orang terdiri 3 pria dan tiga wanita. Selain itu ada ambasador museum sebanyak 30 orang.

“Sejak 2014 itu ada masa jabatan itu 1 tahun saja. 2017 itu selama 2 tahun dan akan berakhir di 2019. Banyak juga yang rontok di tengah jalan Sekarang kami menyusut 18 orang,” katanya.

5 Orang Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di DIY

Previous article

Tari Haka Selandia Baru Hormati Korban Penembakan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature