Flash Info

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Puji Rusia dan Cina

0
Indonesia Palestina
A Palestinian protester moves a burning tire during clashes with Israeli troops near the Jewish settlement of Beit El, in the Israeli-occupied West Bank. REUTERS/Mohamad Torokman

STARJOGJA.COM, Dunia – Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji sejumlah negara menyangkut masalah palestina. Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji Rusia dan Cina dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Pernyataan itu ditandatangani Putin dan Xi setelah kedua pemimpin melakukan pembicaraan bilateral di Moskow dikutip dari Sputnik melalui Antara.

Abbas mengatakan sikap yang ditunjukkan Rusia dan China itu dapat membantu pencegahan kemungkinan serangan terhadap aturan hukum internasional serta terhadap Prakarsa Perdamaian Arab, juga hak-hak historis Palestina, menurut laporan kantor berita WAFA.

Baca Juga : Hubungan Palestina-Israel akan Jauh Berbeda ?

Pernyataan tersebut berisi seruan Rusia dan China agar perundingan masalah Palestina-Israel segera dimulai kembali. Mereka juga menyatakan dukungan bagi pembentukan Negara Palestina, yang independen dan berdaulat penuh dalam kerangka perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Prakarsa Perdamaian Arab adalah inisiatif yang diajukan oleh Arab Saudi dan didukung oleh Liga Arab pada 2002 serta ditekankan kembali pada 2007 dan 2017.

Prakarsa itu berisi desakan agar Israel menarik secara penuh pasukannya dari wilayah-wilayah yang disengketakan serta memulihkan perbatasan-perbatasan yang ada sebelum Perang Enam Hari pada 1967, sebagai imbalan bagi pemulihan hubungan dengan negara-negara Arab.

Menurut prakarsa tersebut, Israel harus mengakui kedaulatan Negara Palestina, bersama Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, serta memberikan penyelesaian atas masalah pengungsi Palestina.

Palestina selama ini berusaha mendapatkan pengakuan internasional bagi pembentukan negara independen di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang sebagian diduduki oleh Israel, dan Jalur Gaza.

Pada 1947, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menentukan suatu rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut, yaitu dengan memberikan sebagian besar wilayah Tepi Barat dan Gaza bagi Palestina. Tapi, Israel menduduki wilayah-wilayah itu 20 tahun kemudian dalam Perang Enam Hari. Israel kemudian mengklaim bahwa pihaknya telah menarik seluruh pasukan dari Gaza pada 2005.

Pemerintah Israel menolak mengakui Palestina sebagai suatu negara, yang independen secara politik dan mendapat pengakuan diplomatik.

Pada saat yang sama, Israel juga terus membangun permukiman-permukiman di wilayah-wilayah yang diduduki kendati PBB sudah menyatakan keberatan atas aksi tersebut.

Pesawat Tempur Siluman F-35 Jatuh di Laut

Previous article

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Tunggu Kepastian

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info