Health

Hidup Terlalu Bersih Bikin Cepat Sakit?

0
kemasan makanan rumput laut
Masyarkat berbelanja makanan jelang buka puasa

STARJOGJA.COM, Health – Hidup terlalu bersih atau higienis bisa membuat cepat sakit. Hal ini dibenarkan oleh dokter spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Alergi Sistem Imun RS Premier Bintaro, dr. Prasba Pramitha, Sppd, K-AI, FINASIM, MARS.

Prasba membenarkan kalau ternyata kebiasaan sedikit kotor bisa membuat kita jauh lebih sehat daripada hidup terlalu bersih.

“Oh itu bener sih jadi ada salah satu teori seperti itu. Jadi kita itu harus agak jorok, kita itu memang kalau membiasakan terlalu steril, akhirnya bisa aja jadi mudah sakit,” ungkapnya kepada Bisnis pada Selasa (18/6/2019).

Baca Juga : Yuk Terapkan Gaya Hidup Sehat Usai Puasa

“Contoh misalnya, orang yang nggak biasa makan kotor, tiba-tiba dia makan, langsung deh dia sakit. Jadi pokoknya kita hidup agak lebih kotor,” sambungnya.

Jenis kotor menurutnya adalah dengan membiarkan badan membentuk antibodinya sendiri agar lebih tahan terhadap penyakit yang menyerang.

“Sampai ada yang mandi aja pakai ‘aqua’, kan itu nggak bener. Mandi tetap mandi seperti biasa air yang ada, jadi dia pun dari tubuh sendiri bisa membentuk antibodi. Akhirnya dengan lingkungannya, kalau dia nggak bisa begitu apa-apa yang terkena, jadi dia sakit,” tuturnya.

Salah satu penyakit yang menurutnya disebabkan oleh kebiasaan Hidup terlalu bersih adalah penyakit typus yang biasanya menjangkit penderita yang makan sembarangan.

“Biasanya seperti typus, karena jarang jajan, biasanya bisa juga mungkin flu bisa sering terjadi karena lewat udara. Kalau alergi enggak itu lebih ke genetik dan dari makanan mungkin, atau dari udara itu sebagai faktor pemicunya,” ungkapnya.

Sebagai orangtua, anak pun harus dibiasakan untuk berani kotor dan tidak terlalu ‘parno’ dengan bakteri dan virus karena keduanya tersebut adalah hal yang lumrah bagi anak.

Ini Fitur untuk Ambil Alih Akun Instagram yang Diretas

Previous article

Pemimpin di Era Milenial Harus Memiliki 4 Poin

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health