Tim Siapkan Tangani Kondisi Darurat Medis Jemaah Haji

0
4
darurat medis jemaah haji
Foto : Tim P3JH Kementerian Agama RI

STARJOGJA.COM, News – Aktivitas jamaah haji seluruh dunia termasuk Indonesia saat ini sudah mulai terpusat di Masjidil Haram Mekkah. Dengan tingkat kepadatan jamaah semakin meningkat tentu menyebabkan beban fisik pun menjadi bertambah. Tim menyiapkan langkah khusus bagi jemaah dengan kondisi darurat medis jemaah haji.

Penanganan darurat medis jemaah haji ini perlu kerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk dengan RS di Arab Saudi.

Baca Juga : Jemaah Haji Rawan Terpisah dari Rombongan

“Beberapa kondisi darurat yang kami temukan antara lain menurunnya tekanan darah akibat kurangnya asupan makan dan minum sebelum beraktivitas atau ada faktor penyakit lainnya, terjatuh saat menaiki eskalator sehingga menyebabkan terluka, sesak nafas, nyeri ulu hati hingga mengalami mual muntah, dan ada juga yang serangan jantung,” jelas dr.Hafidh Hanifudin, salah seorang personil Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) Kementerian Agama RI kepada Starjogja.com Selasa (30/7/2019).

Menurut Mahesa Paranadipa, Wakil Koordinator Tim P3JH Arab Saudi 2019 dalam penanganan kondisi darurat medis jemaah haji berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan yang ditempatkan di terminal Syib Amir, dan juga dengan tim medis emergensi Arab Saudi yang ada di beberapa titik Masjidil Haram. Karena berada di luar negeri, tuan rumah tentu memiliki otoritas terkait penanganan jemaah yang mengalami kondisi darurat.

“Namun tim P3JH memprioritaskan evakuasi jemaah yang mengalami kondisi darurat ke fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Tim TGC. Selanjutnya jemaah akan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Jika memang perlu dirujuk ke rumah sakit, tim KKHI yang akan mengkoordinasikan dengan rumah sakit Arab Saudi. Kendala bahasa sering menjadi kendala dalam koordinasi dengan tim medis Arab Saudi,” katanya.

“Namun tetap kita menghormati otoritas tuan rumah yang tentunya juga didukung oleh tim medis dan sarana prasarana kesehatan yang telah disiapkan untuk melayani jamaah haji dari seluruh dunia.”

Saat ini tercatat di data sebanyak 30 jamaah Indonesia wafat di Arab Saudi. Tidak ada keterangan penyebab wafatnya. Jumlah ini dikhawatirkan akan bertambah jika kondisi-kondisi yang berisiko tidak mendapat perhatian serius dari seluruh pihak sehingga menimbulkan kondisi darurat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here