Kisah Wafatnya Mbah Moen di Makkah

0
161
kisah Wafatnya Mbah Moen
Suasana di Mekkah saat meninggalnya Mbah Moen (Beny Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan)

STARJOGJA.COM, News – Kiai Maimun Zubair meninggal dunia Selasa pagi (6/8/2019) sekitar pukul 08.17 WIB atau pukul 04.17 waktu Makkah. Keluarga Ponpes Sunan Kalijaga, Gesikan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan selamat jalan kepada Mbah Moen untuk menjemput dan lebih menikmati rahmat Allah SWT. Namun ada satu kisah Wafatnya Mbah Moen yang dirasakan Beny Susanto Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan saat menjalani ibadah haji di Makkah.

“Beliau meninggal dengan husnul khotimah di tanah suci, mewariskan jejak perjuangan keilmuan, keteladanan akhlak, perdamaian, kemanusiaan yang akan diteruskan keluarga, santri-santri, bangsa dan negara Indonesia serta umat manusia,” kata Beny dari Makkah kepada Starjogja.com Selasa (6/8/2019).

Beny mengatakan walaupun belum pernah bertemu secara fisik namun pemikiran, kiprah dan rekam jejaknya bisa ditemui dalam banyak media, tulisan, murid dan orang yang pernah berjumpa langsung. Mbah Moen menurutnya bukanlah ulama alim biasa tetapi telah mencapai posisi kekasih Allah (min auliyaa illaah) seperti kisah wafatnya Mbah Moen.

Baca Juga : Kenangan Alissa Wahid Tentang Sosok Mbah Moen 

“Terbukti dari sejumlah kesaksian, penanda selama hayatnya atas karomah yang pernah dibuktikan beberapa orang. Atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa, Makah yang selama beberapa hari kami tinggali dalam rangka menunaikan ibadah haji cuaca panas (malam berkisar 36 ‘C ke atas dan siang hari 50’ C), tiba-tiba menjelang wafatnya terjadi hujan dengan jalanan bergenangan air dan sampai tulisan ini dibuat pukul 10.15 waktu setempat, matahari masih tertutup awan,” katanya.

Menurut Beny penanda kewalian Mbah Moen seperti banyak diketahui antar lain soal kemanusiaan (ngewongke wong, dari rakyat biasa, bodoh, pinter maupun pejabat sampai presiden, diterima dengan tulus dan penuh penghormatan), dan perdamaian (al-ishlaah).

“Tentu saja jangan ditanyakan soal keilmuan maupun kedekatan kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW karena sudah pasti,” katanya.

Jenazah almarhum direncanakan akan dishalatkan di Masjid al-Haram Kota Suci Makah dan diupayakan untuk dikebumikan di Makam Ma’la (makam tua, antara lain termasuk ibunda kaum mu’miniin, istri rasulullah SAW, Sayidah Khadijah RA). Beny merencanakan akan bertemu beliau pada momentum “Silaturahim NU XVIII se-Dunia” dengan tema “Merajut Kembali Ukhuwah Wathoniyah Menuju Perdamaian Dunia” pada 7 Agustus 2019, di Hotel At-Taiseer Tower Makah.

“Namun beruntung masih bisa bertemu beliau meskipun telah wafat dan menshalatkan bersama jutaan umat muslim dari berbagai negara di Masjid al-Haram,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here