Hari Radio Nasional, Memaknai Radio di Era Digital

0
hari radio nasional
hari radio nasional

STARJOGJA.COM, Info – Hari radio nasional diperingati setiap tanggal 11 September mengacu pada hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945 lalu. Kini di era digital, hari radio nasional menjadi penanda tumbuhnya industri radio di negeri ini.

Era digital radio banyak yang tumbang maupun tumbuh dengan pesat sebagai media pilihan masyarakat. Bagi Iwan Agastya Penyiar Radio Starjogja 101,3 FM mengatakan radio kini memiliki fungsi yang berbeda di era dulu.

“Fungsi radio tidak sama, tidak seperti zaman dahulu, radio hanya menghindari rasa bosan di perjalanan, yang kita dapatkan dalam mendengar radio dalam perjalanan adalah informasi yang real time dan entertainment yang tidak harus kita download menggunkan kuota,” katanya Rabu (11/9/2019).

Baca Juga : https://www.starjogja.com/2018/08/01/radio-dan-memory-sepanjang-masa/ 

Menurutnya walaupun dengan perkembangan zaman dengan berbagai era, radio akan terus hidup dan tidak ditinggalkan pendengarnya. Asalkan radio tersebut mampu membuat program kreatif dan dinamis.

“Dengan program kreatif, radio bisa bertahan dan selalu didengarkan pendengar setianya,” katanya.

Era digital dengan paling banyak pendengarnya dari kalangan milenial tentu menjadi perhatian para pelaku radio. Mengerti kemauan pasar dan idealis radio menjadi tantangan sendiri kedepannya.

“Dengan less talk radio, bisa jadi radio digital yang sekarang menggantikan platform musik digital. Dengan musik kekinian informasi up todate prakiraan cuaca dan kondisi lalu lintas bisa membuat radio bertahan sampai sekarang,” katanya.

Menurut Widya Pradipta warga Kulonprogo radio kini menjadi pilihan untuk menegetahui informasi terbaru dan terkini. Walaupun hal yang sama bisa didapatkan di media lainnya.

“Informasi update baru mulai dari lagu-lagu baru dan info terkini soal lagu soal berita juga,” katanya.

Industri radio di era digital ini menurutnya harus dapat menarik bagi pasar milenial seperti dirinya. Sebab, pasar milenial merupakan salah satu sasaran pendengar radio era digital. Menurutnya, sangat mungkin jika radio tidak kreatif memahami pasar maka radio tersebut akan tumbang di era digital.

“Bisa jadi kalo tidak kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. Memang bukan pilihan media pertama tapi bisa menjadi teman multitasking karena radio tidak mangharuskan pendengarnya untuk stand by bisa sambil melakukan kegiatan lainnya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here