Flash Info

Produk Tas Kulit Abekani Kuasai Pasar Kulit Indonesia

0
produk tas kulit Abekani
produk tas kulit Abekani

STARJOGJA.COM, Info – Owner dari produk tas kulit Abekani Tunjung Pratiwi tidak membayangkan jika usahanya dapat berkembang dengan baik dan diterima masyarakat. Produk tas kulit Abekani ini mulai usaha dari tahun 2009 lalu. Usahanya mulai berkembang ketika ia merambah dunia online.

“Kita ke kaskus 2011 atau 2012 waktu itu awal modal dua juta. Suami suka kamera kita bikin tali kamera. Lalu meningkat bikin tas kamera. Pintu masuk kami dari online,” katanya saat acara kopiwriting bersama JNE di Silol Cafe Rabu 02 Oktober 2019.

Tunjung mengatakan berpindah ke online ini cukup menarik ketika produknya memiliki banyak peminat. Bahkan para peminat ini membuat grup komunitas online sendiri melalui grup facebook. Kesepakatannya, produknya tidak boleh dijualnya di tempat lain dan hanya melalui komunitas Abekani ini.

“Tantangannya memanage komunitas ini setia dengan produk kita. kita selalu update dan kreatif. Sekarang ada 27 ribu customer. Lalu tahun 2014 permintaan dari international kita hentikan karena kebutuhan di Indonesia lebih banyak. Kita hanya dibatasi jualan di grup itu,” katanya.

Baca Juga : Melalui Tas, Nayla Craft Merajut Erat JNE Wates

Tunjung mengakui jika grup ini menarik karena kesepakatannya sudah jelas termasuk aturannya. Seperti hanya posting di hari Jumat saja.

“Grup itu dibuat oleh customer sendiri. Sistem ini lebih efektif. Komunitas loyal tidak bisa dicopy. Sebulan produksi
900-1000 tas,” kata pemilik usaha di Jjalan Wonosari, Banguntapan, Bantul ini.

Produknya dihargai dari Rp500 ribu hingga Rp940 ribu dengan varian 30-40 produk dan 90 persen produk wanita. Sementara itu Adi Subagyo Branch Manager JNE Yogyakarta
mulai melayani permintaan kebutuhan pengiriman barang sesuai dengan zaman.

“Sejak awal paling banyak kirim surat dari tahun 2006. Sekarang berubah dengan era ini tahun 2010 mulai naik kiriman paket. Data kami paling banyak fashion, kedua makanan dan ketiga kriya,” katanya.

Menurutnya UMKM seperti Abekani ini merupakan sendi ekonomi Indonesia. Pihaknya mendukung perkembangan UMKM Jogja.

“Saya pengin produk lokal di Jogja bisa hebat seperti di Bandung seperti produk sepatu. Kami berharap agar UMKM melek teknologi, bisa jualan secara online. Ini
pentingnya packaging,” katanya.

Batik Motif Ecoprint Jogja Harganya Rp 600 Ribu

Previous article

Digital di Indonesia Tumbuh Paling Cepat di Asia Tenggara

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info