Lama Tinggal Wisatawan di DIY Baru 2,1 Hari

0
jumlah wisman
Ilustrasi wisatawan asing ( FOTO : Vikra Jati)

STARJOGJA.COM, MAGELANG – Dinas Pariwisata DIY terus mengupayakan peningkatan Lama tinggal wisatawan. Selama ini, lama tinggal wisatawan di DIY baru sekitar 2,1 hari. Hal tersebut perlu didorong lagi agar wisatawan lebih lama tinggal di DIY.

Kepala Bidang destinasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Arya Nugrahadi mengatakan pihaknya akan berusaha berusaha memperpanjang lama tinggal wisatawan ke wilayah ini. Salah satu caranya adalah dengan Peningkatan layanan terhadap wisatawan yang datang ke DIY harus dilaksanakan.

“Kita sekarang mengejar kualitas saja. Kalau kuantitas atau jumlah wisatawan, alhamdulillah DIY kunjungannya sudah melampaui target,” tutur Arya kepada Star Jogja.com, Senin ( 21/10).

Ia menerangkan salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah Storynomic serta juga memperbanyak wisata malam jam baik di kawasan Malioboro ataupun beberapa destinasi terkenal lainnya. Tujuannya memang untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan di DIY.

” Sekarang hanya 2,1 hari saja. Ini masih kalah jauh dengan angka tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia sebesar 8 hari lamanya. Bahkan belanja wisatawan sendiri juga masih terbilang kecil baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik,” lanjutnya.

BACA JUGA : Dinas Pariwisata DIY Kembangkan Storynomic Tourism

Saat ini wisatawan mancanegara rata-rata belanjanya hanya mencapai Rp 9,2 juta, sementara wisatawan domestik hanya sekitar Rp2.000.000.

“Ini perlu digenjot. Kami mending milih jumlah wisatawan yang sedikit tetapi banyak mengeluarkan uang untuk belanja, ketimbang banyak wisatawan tapi belanjanya kecil. Ini kan berhubungan dengan aksesbilitas dan kondisi obyek wisata ,”tambahnya.

Maka nanti akan ada storynomic dari pelaku wisata terutama untuk tour guide. Storynomic adalah upaya menceritakan unsur budaya pada suatu obyek atau destinasi agar wisatawan memahami dan mengetahui lebih banyak tentang DIY.

Dengan Storynomic tersebut nanti ia berharap akan semakin memperpanjang lama tinggal dan memperbesar belanja mereka di destinasi yang ada di wilayah DIY.

“Akan berbeda ketika wisatawan menikmati Malioboro hanya duduk-duduk, mungkin dua jam selesai. Tapi ketika ada Storynomic bagaimana Malioboro sebagai bagian dari sumbu filosofi Daerah Istimewa Yogyakarta dan apa sejatinya sumbu filosofi tersebut bisa tersampaikan maka wisatawan akan lebih lama tinggal di kawasan Malioboro,”ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here