Kab GunungkidulNews

2 Warga Gunungkidul Diduga Terjangkit Antraks

0
gunungkidul klb antraks
FOTO : harian jogja

STARJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – 2 Warga Gunungkidul Diduga Terjangkit Antraks. Virus antraks yang diduga menjangkiti dua warga Gunungkidul mendorong pemerintah siaga.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan pihaknya mengintensifkan pemantauan oleh petugas puskesmas kepada warga sekitar selama 24 jam dalam kurun waktu 60 hari ke depan. Tujuannya agar warga sekitar bisa terpantau secara cepat jika terjadi penularan virus antras serta untuk melakukan pengecekan secara berkala.

Namun, Dewi mengingatkan kepada masyarakat Gunungkidul tidak perlu resah atas kejadian tersebut. Sebab, pengobatan hanya perlu dilakukan penanganan dengan baik dan pemberian antibiotik saja. Ia mengimbau masyarakat jika merasakan keluhan untuk segera melaporkan kepada petugas kesehatan di wilayahnya masing-masing.

“Masyarakat tak perlu resah, kalau ada keluhan silakan periksakan ke puskesmas, agar segera teratasi. Obatnya gampang hanya antibiotik saja,” kata dia, Jumat (3/1/2020).

Sebelumnya dua warga Gunungkidul dilarikan ke rumah sakit, diduga terjangkit virus antraks. Keduanya merupakan warga Padukuhan Ngrejek Kulon dan Ngrejek Wetan Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Mereka dilarikan ke RSUD Wonosari pada Selasa (31/12/2019) pagi. Dugaan antraks menguat lantaran dalam kurun waktu tiga minggu terakhir, beberapa hewan di desa tersebut dikabarkan mati mendadak.

Otoritas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul membenarkan ada warga yang dilarikan ke RS lantaran diduga terjangkit antraks, Namun demikian saat ini pemerintah tengah menunggu hasil uji laboratorium sampel darah dua warga tersebut dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Bogor, Jawa Barat. Dewi Irawaty mengungkapkan sampel darah dua warga Desa Gombang tersebut sudah diambil dan dikirim untuk uji lab.

“Kami belum bisa menyatakan positif atau negatif, karena untuk menentukan positif kami harus melalui hasil pemeriksaan darah yang sudah diambil dan dikirim ke BB Litvet Bogor,” kata Dewi saat ditemui Harianjogja.com.

Ia memastikan sampel darah tersebut sudah dikirim pada Kamis (2/1/2020) kemarin. Saat ini pihaknya tinggal menunggu hasilnya yang biasanya memakan waktu kurang lebih 10 hari. Sedangkan dua korban tersebut diketahui tengah dirawat secara intensif oleh RSUD Wonosari. Pihaknya mencurigai bahwa kasus tersebut merupakan penyebaran virus antraks.

Dewi menjelaskan setelah ada temuan warga yang diduga terjangkit virus yang ditularkan dari hewan tersebut, pihaknya langsung mengevakuasi korban untuk diberikan pengobatan dan perawatan secara intensif di rumah sakit. Sedangkan warga di desa tersebut, pihaknya menerjunkan tim untuk dilakukan sosialisasi.

Pola Makan Bisa Sebabkan Kebutaan di Usia Tua

Previous article

Puluhan Pohon tumbang di Bantul dan Kulonprogo

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *