FeatureKota Jogja

Cerita Liong Hitam, Liong Pembuka Acara PBTY

0
istilah Nogo Dino
liong hitam karya Daldiyono (Dokumentasi Daldiyono)

STARJOGJA.COM, Info – Agenda tahunan Pekan Budaya Thionghoa di Yogyakarta akan diselenggarakan sebentar lagi. Seperti biasa, seperti tahun tahun sebelumnya, dalam acara pembukaan selalu menampilkan atraksi liong atau naga yang selalu ditunggu tunggu kemunculannya, yakni dari Perkumpulan Budi Abadi Yogyakarta. Naga atau liong berwarna hitam yang nantinya akan tampil ini, adalah hasil karya dari salah seorang anggota Perkumpulan Budi Abadi yang bernama Daldiyono (63). Daldiyono sendiri saat ini masih aktif rutin membantu kegiatan di Perkumpulan Budi Abadi, sebuah perkumpulan tradisional kebudayaan Thionghoa yang sudah lama eksis di Yogyakarta.

Menurut Daldiyono, liong hitam yang tampil di pembukaan Pekan Budaya Thionghoa awal bulan Februari ini dibuat pada tahun 1993. Proses pembuatan liong hitam itu memakan waktu 2 minggu.

Sebelum membuat Liong, Daldiyono mengaku melakukan ritual puasa terlebih dahulu. Selain pembuat liong, ritual puasa juga dilakukan pula untuk orang-orang yang memainkan termasuk si penabuh beberapa hari sebelum mulai atraksi. Sebelum dimainkan liong pun harus melalui upacara ritual sembahyang terlebih dahulu.

Baca Juga : Liong Putri Buka PBTY

Liong buatan Daldiyono terbuat dari rotan dan bambu untuk rangkanya. Alasannya sederhana saja karena bahan tersebut dinilai Daldiyono simpel. Kemudian menggunakan kain yang disablon untuk badan sisik naga. Sedangkan bagian liong sisanya terbuat dari kertas payung ditambah kapuk untuk punggung atas badan liong. Cara memainkan liong (menggerakkan) menggunakan tongkat atau stok yang terbuat dari kayu jati sebanyak 11 buah, yang artinya dimainkan oleh sebelas orang. Liong hitam Daldiyono memiliki panjang 23 meter dan dengan berat berkisar 30 kg. Itu baru kepala saja belum termasuk berat kain. Karena berat, sebelas orang itupun nantinya bergiliran (bergantian) dalam memainkan.

liong hitam

cara membuat liong ala Daldiyono (Satria A)

Bagaimana awal ceritanya Daldiyono bisa menjadi pembuat liong ? Menurut Daldiyono gagasan membuat liong pertama kali muncul saat tahun 1990, dirinya diminta oleh seorang sesepuh tionghoa dari perkumpulan untuk mencoba membuat liong. Saat itu dirinya memang anggota aktif perkumpulan tionghoa dan juga sangat menyukai karakter liong sejak lama. Setelah melihat contoh Liong kuno yang sudah ada dan mempelajari strukturnya, akhirnya Daldiyono pun menyanggupi permintaan membuat liong ritual dengan modal berani dan nekat. Proses pembuatannya saat itu memakan waktu 40 hari dan itupun masih dipandu dan ditemani oleh sesepuh perkumpulan. Dengan mencontoh dan melakukan modifikasi dari contoh liong sebelumnya, akhirnya Daldiyono berhasil membuat dan hasilnya tidak mengecewakan. Seiring waktu, tawaran untuk membuat liong untuk ritualpun berlanjut. Salah satu ciri khas Liong ritual milik Perkumpulan Budi Abadi yang dibuat adalah tongkat stok untuk memainkannya selalu berjumlah ganjil.

Sampai saat ini Daldiyono sudah membuat Liong khusus ritual kurang lebih sebanyak sembilan buah. Dari semua Liong karya Daldiyono, beberapa diantaranya telah mendapat sejumlah penghargaan. Yang pertama rekor MURI untuk Liong dengan panjang 135 meter. Selanjutnya mendapat lagi rekor MURI untuk Liong sepanjang 158 meter dan diameter 70. Selain itu juga pernah mendapat penghargaan untuk Liong dengan hiasan dupa dari kepala hingga ekor.

REP : SATRIA AGNI

Penanganan Klithih Akan Libatkan Ketua RT Tempat Tinggal Pelaku

Previous article

Ini Rute Angkutan YIA yang Melewati Kabupaten Sleman

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature