Health

Pemerintah Dinilai Belum Mengedukasi Soal Virus Corona

0
Gejala Covid-19 baru
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah masih belum mampu menyampaikan informasi menenangkan atau mengedukasi terkait novel coronavirus atau virus corona dari Kota Wuhan, China, hal ini dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi IX, Netty Prasetiyani.

Netty menyampaikan, keluhan tersebut disampaikan oleh wakil rakyat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa waktu lalu, terutama mengenai penegakan informasi benar dan tepat terkait virus corona yang ramai sejak 31 Desember 2019.

“Pemerintah belum mengeluarkan informasi yang menenangkan, mengedukasi antara fakta dan hoaks (virus corona). Contoh, kurma harus dicuci dan handphone xiaomi menularkan corona. Bila diserap masyarakat dengan literasi rendah pasti sangat berdampak,” kata Netty saat ditemui di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (10/2/2019).

Baca Juga : Imbas Corona, 10 Ribu Turis China Batal ke Bali

Netty menyebutkan, manajemen komunikasi pemerintah masih terbilang rendah. Sehingga belum mampu menyampaikan baik melalui televisi negara atau swasta.

Seharusnya, kata Netty, pemerintah harus semaksimal mungkin menyampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak yang terprovokasi kabar hoaks.

“Misalnya, warga yang turun dari pesawat disemprot-semprot, itu kan menyebabkan timbulnya persepsi kalau itu sangat tidak manusiawi, setelah dikonfirmasi itu adalah SOP WHO dan TNI,” katanya.

Terkait penyebaran virus corona, DPR RI langsung membuat dua kelompok, pertama ke bandara dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso di Tanjungpriok, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Netty mengatakan, Kemenkes saat ini telah menyiapkan 100 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menjadi rujukan bila ada masyarakat yang diduga menjadi suspect corona.

“Tetapi masalahnya, yang ada di Rumah Sakit Suroso, tidak dimiliki rumah sakit lain. Contoh rumah sakit itu memiliki teknologi yang mampu menyerap virus saat batuk,” katanya.

Sumber : JIBI

Milenial Kota Lebih Suka Ngekos daripada Beli Rumah

Previous article

BNPB Mencatat 455 Bencana Hingga Februari 2020

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health