Sultan Menilai Merapi Erupsi Suatu Hal yang Wajar

0
Sultan Merapi Erupsi
FOTO : BPPTKG

STARJOGJA.COM, Info – Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai  peningkatan aktivitas merapi berupa erupsi menjadi suatu hal yang wajar. Ia yakin masyarakat sekitar lereng Merapi sangat memahami dan tidak akan panik.

HB X menjelaskan Merapi sebagai gunung berapi aktif memang sudah sewajarnya erupsi. Justru dipertanyakan ketika gunung aktif namun tidak ada erupsi.

“Erupsi begitu itu, memang Merapi itu kan Gunung yang aktif jadi kecenderungan, ora [kalau tidak] erupsi itu malah dipertanyakan, nek [kalau] erupsi yo memang karena aktif,” katanya di Kepatihan, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga : Wisata Gunung Merapi Jadi Magnet Awal Tahun 2020

Ia menilai dengan letusan skala kecil berupa lelehan tersebut masih sangat aman. Menurutnya lebih baik berupa lelehan tersebut daripada tidak sama sekali. Karena jika tidak ada letusan kecil ada kecenderungan menyumbat keluarnya lava sehingga menimbulkan tekanan tinggi.

“Jadi yang penting kan hanya meleleh keluar begini, bukan meletus begitu, saya kira memang lebih baik keluar daripada tidak keluar, karena kalau tidak keluar ya macet di atas, tekanan dari bawah kan malah bisa bleng [tekanannya lebih besar]. Tetapi kalau meleleh malah enggak apa-apa, meleleh kan juga hanya di sekitar situ saja,” katanya.

Karena keunikan dan aktifnya Merapi, sehingga banyak menjadi referensi dari berbagai negara untuk mendalami tentang gunung berapi.

“Jadi Gunung Merapi itu satu-satunya gunung aktif di dunia, itu kan Merapi. Makanya orang asing yang mau mendalami gunung berapi pun larinya ke Jogja, belajarnya di Jogja kan begitu,” ucapnya.

Di sisi lain Sultan meyakini warga sekitar lereng Merapi sudah sangat memahami sehingga mereka tidak akan panik. Ia yakin masyarakat lokal sudah terbiasa dengan kondisi itu, bahkan beberapa mungkin ada yang menyimpan barang berharga di tempat khusus agar sewaktu-waktu bisa dibawa.

Tetap Waspada

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga masyarakat lebih waspada karena tidak ada lagi hutan di sekitar lereng Merapi. Jika ada erupsi skala besar, tidak ada pepohonan yang bisa menghambat laju material dari puncak gunung sehingga luncuran akan lebih cepat.

“Dengan adanya lava tour, berarti tidak ada hutan lagi, jadi nanti kalau lava besar itu keluar ya [seolah-olah] lewat “jalan tol” [bebas dari segala hambatan], karena tidak ada yang menganggu. Ora ming cepet [tidak hanya cepat], [tetapi] banter [sangat cepat]. Jadi batunya ngglundhung ya ora ana sing [batu menggelinding tidak ada yang] menahan,” katanya di Kompleks Kepatihan, Kamis (13/2/2020).

Sultan meminta masyarakat di sekitar lereng Merapi bisa memahami kondisi tersebut sehingga harus meningkatkan kewaspadaan karena saat ini tidak ada lagi hutan seperti sebelum erupsi 2010 silam.

“Itu yang harus dipahami masyarakat Cangkringan. Jadi lebih waspada, harus hati-hati, kalau dulu kan masih ada hutan dan sebagainya, kalau sekarang kan enggak karena untuk lava tour,” ucapnya.

HB X juga menyinggung ketiadaan hutan yang mengurangi pasokan air di lereng Merapi.

“Yang jelas di sana cari air susah, otomatis mata air susah didapat, saya kira begitu. Itu konsekuensi karena memang tidak memungkinkan untuk ada mata air karena tidak ada hutan lagi,” ucapnya.

Sumber : harianjogja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here