FeatureKab Sleman

Pariwisata Sleman Terpengaruh Tragedi SMPN 1 Turi

0
standar keselamatan susur sungai
Tim penyelamat mencari siswa SMPN 1 Turi yang hanyut (Arif M)

STARJOGJA.COM, Info – Tragedi kejadian siswa SMPN 1 Turi Sleman susur sungai Sempor berimbas ke dunia pariwisata di Sleman. Pengelola Desa Wisata Pancoh yang ada di Pancoh, Girikerto, Turi, Sleman Ngatijan mengatakan hingga hari ini setidaknya ada dua kelompok yang membatalkan janji berwisata di tempatnya.

“Pengaruh banget dengan (pariwisata sleman) kemarin kami di cancel dua kelompok untuk tracking sungai padahal aman. Sungai kami tidak sederas di Sempor, kami sungai kecil,” katanya kepada Starjogja.com Sabtu (22/2/2020).

Ngatijan mengatakan para wisatawan yang akan berkunung ke desa wisata Pancoh berencana akan tracking sungai. Namun, karena pemberitaan soal sungai Sempor yang menewaskan siswa SMPN 1 Turi yang ada di bawah Pancoh maka banyak yang membatalakan janji wisata itu.

Baca Juga : Korban Meninggal Siswa SMPN 1 Turi 6 Orang

“Kemarin di cancel. Ini tadi cancel untuk atraksi susur sungai dan kami ganti paket lain dan mereka menyetujui,” katanya.

Menurutnya kejadian di Sungai Smepor merupakan kelalian dari petugas yang membimbing anak-anak tersebut. Pihak sekolah juga ambil bagian dari munculnya tragedi ini.

“Kelalaian dari pihak sekolahan atau tim pramuka,” katanya.

Menurutnya, wisata tracking sungai di Pancoh tempatnya tidak masalah dan tidak ada kaitannya dengan Sungai Sempor. Selain itu, sungai Pancoh juga terhitung lebih kecil jika dibandingkan dengan Sempor.

“Pancoh lebarnya cuma tiga meter, Sempor bisa luar biasa bisa sampai 15 meter kedalaman beda ada kedung di Pancoh paling dalam satu meter,” katanya.

Cerita Sungai Sempor dalam Pertemuan Dua Sungai

Previous article

Cerita Jenazah Siswa SMPN 1 Turi Tertukar

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature