Covid-19, ODP di Sleman Terus Bertambah

0
rapid test
Tes Covid-19

STARJOGJA.COM, SLEMAN – Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Sleman terus bertambah. Salah satunya karena tidak patuhnya masyarakat terkait dengan protokol penanganan Covid-19.

Kasus ini bermula saat salah seorang pasien positif Corona warga Caturtunggal, Depok meninggal dunia, Sabtu (21/3) lalu. Ambulans rumah sakit yang sedianya akan membawa jenazah ke pemakaman umum justru berbelok ke rumah duka. Di rumah duka tersebut pelayat berdatangan sebelum jenazah kemudian diantar ke pemakaman.

Selain itu di pemakaman, proses yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Warga yang menurunkan jenazah ke liang lahat tidak dilengkapi dengan pakaian khusus. Dampaknya, empat orang warga tersebut ditetapkan berstatus sebagai OPD.

Baca juga :1 Orang Positif Covid-19 di Gunungkidul Dari Jakarta

“Warga yang memasukkan jenazah ke liang lahat, tidak menggunakan pakaian khusus,” kata Kepala UPT. Pusat Kesehatan Masyarakat Depok III Kristi Rutyadi dikutip dari Harianjogja.com, Kamis (26/3)z.

Selain empat warga yang menurunkan jenazah pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap keluarganya.

“Tidak hanya empat warga itu, keluarga, istri PDP positif Corona juga di bawah pengawasan kami,” imbuhnya.

Peristiwa tersebut, lanjut Kris, bentuk pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh warga dan keluarga. Seharusnya mereka bisa memahami prosedur dan melaksanakan agar jumlah OPD virus Covid-19 tidak terus bertambah. “Ini yang kami sayangkan. Kami langsung melakukan tracing kepada warga di sekitar rumah duka,” papar Kristi.

Meskipun begitu, Puskesmas tidak menetapkan dusun tersebut sebagai zona merah. Sebab selain sudah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitar, Puskesmas juga terus melakukan monitoring dan edukasi terhadap ODP.

“Kami akan terus mengawasi perkembangan ODP. Kami minta kejujuran bagi ODP untuk mematuhi prosedur,” katanya.

Peristiwa tersebut juga diamini oelh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Caturtunggal, Depok, Andi Sofyan. Berdasarkan informasi yang dia terima, tidak banyak warga yang melayat karena statusnya postif Covid-19.

“Yang datang melayat tidak banyak. Kalau jumlah ODP saya tidak tahu pasti,” jelas Andi.

Kecamatan Depok menjadi wilayah di Sleman dengan jumlah ODP paling banyak yakni 60 orang berdasarkan data ter-update, Kamis (26/3) petang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here