EsaiFeature

Di Rumah Aja, Sederhana atau Ribet

0
anak-anak resisten Covid-19
SUMBER : freepick
STARJOGJA.COM, Info – Di Rumah Aja jadi kalimat yang sering terdengar di saat corona ini. Namun memaknainya ada sederhana atau tidak sesederhana itu. Bagi status positif, PDP, ODP ini jadi ujian berat. Namun, bagi yang rasional tentu mikir bagaimana corona ini tidak menyebar ke keluarga, saudara, sahabat, tetangga atau mungkin selingkuhan. Saya merasa keluarga, orang yang ada dalam status itu jelas memiliki jiwa yang besar di tengah budaya ghibah di +62.
Tidak semua orang dan keluarga memiliki jiwa kuat itu. Sebab, orang +62 apalagi emak-emakkompleks menggoreng moment itu jadi semakin panas bahkan sampai gosong. Bahwa Positif Corona, ODP dan PDP harus dikucilkan.
Tidak mengajak bicara, diam seribu kata, tidak peduli dan seoalah hina. Justru inilah moment mana tetangga, saudara atau sahabat yang saling mendukung. BUkan saling mengucilkan dan tidak percaya tau bahkan saling tidak percaya.
Lalu pernahkan memikirkan para tenaga medis yang merelakan nyawanya demi pasien ini sembuh. Bagaimana mereka menekan rasa takut, sepi, sedih, dan berjarak dengan kehidupan dunia normalnya. Mereka saya sebut pahlawan di era sekarang, karena menjadikan pasien positif corona, PDP dan ODP ini layaknya manusia. Memperhatikan kesehatannya, menyediakan kebutuhan pasien, baik obat, makanan hingga kebutuhan kebelakang.
Seberapa jauh kita bisa menjadi seperti mereka tenaga medis itu. Tidak bisa, bahkan kita mungkin memilih tidak keluar rumah karena tetangga masuk dalam ODP yang mana itu bisa jadi  dia tidak positif Corona. Mungkin justru orang yang selalu diam di rumah bisa kena corona hanya karena menerima uang kembalian dari toko atau warung sayur yang ada virus corona.
Semua mungkin terjadi bahkan yang selalu di dalam rumah. Lalu, bersikap biasa dengan mengikuti protokol corona adalah cara aman. Tanpa harus mengucilkan hanya saling tahu dan saling membatasi diri dalam jarak fisik tertentu atau physical Distancing. Saling mengerti bahwa kita bisa saling menularkan. Lalu berniat baik untuk tidak memberikan hal buruk kepada orang lain. Itu sudah bermanfaat bagi orang lain. Sesuai kata nabi Muhammad SAW “Sebaik-baik dari manusia adalah bermanfaat bagi manusia lainnya.” Jadi ini adalah saatnya bermanfaat bagi manusia lainnya. Tidak perlu membuat sakit hati pasien positif, PDP, ODP dengan tulisan kita atau omongan kita atau status WA kita.
Bersikap bermanfaat bagi orang lain dengan menjadi manusia. Setidaknya mencontoh pahlawan era sekarang, mereka diam namun memberikan sumbangsih yang besar bagi bangsa.

1.115 Orang Terkonfirmasi Kena Covid-19

Previous article

Karantina Kesehatan MHKI Imbau ini

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Esai