Health

India Memperpanjang Masa Lockdown

0
puncak Omicron
Migrant workers and their families board buses during a lockdown imposed due to the coronavirus in New Delhi, India, on Saturday, March 28, 2020. Indian Prime Minister Narendra Modi ordered the unprecedented move this week in a bid to replicate China’s relative success containing the coronavirus outbreak. But he faces perhaps more obstacles than his neighbor President Xi Jinping, who leveraged the Communist Party’s centralized control to isolate some 60 million people in the province of Hubei, where Covid-19 first emerged. Photographer: Anindito Mukherjee/Bloomberg

STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah India memutuskan untuk memperpanjang masa lockdown selama dua pekan ke depan mulai 4 Mei 2020. Seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (2/5/2020), Kementerian Dalam Negeri India mengatakan, kendati masa lockdown diperpanjang, namun pemerintah memberikan sejumlah kelonggaran.

Salah satunya mengendurkan sebagian tindakan ‘penguncian’ aktivitas masyarakat di daerah-daerah yang tidak memiliki laporan kasus infeksi corona baru.

Di sisi lain, perusahaan industri di daerah perkotaan, termasuk zona ekonomi khusus, akan diizinkan untuk beroperasi. Sektor-sektor yang mendapatkan kelonggaran untuk beroperasi antara lain, industri primer seperti obat-obatan, bahan farmasi dan peralatan medis dan produk perangkat keras (hardware) teknologi informasi.

Selain itu, perkantoran swasta dan kantor pemerintahan dapat beroperasi dengan kapasitas karyawan maksimal 33 persen dari kondisi normal.

Kendati demikian pemerintah tetap melarang adanya pergerakan keluar dan masuk India dari negara lain selama perpanjangan masa lockdown tersebut.

Adapun, jumlah infeksi baru virus corona yang dilaporkan di negara itu tidak turun meskipun 40 hari diberlakukan lockdown. India telah melaporkan lebih dari 600 kasis positif corona dan 10 kematian pada 25 Maret ketika pembatasan ketat diberlakukan.

Baca Juga : 11 WNA India di Bandiklat Sempu Berstatus Sehat

Angka-angka itu sekarang mencapai lebih dari 35.000 kasus positif corona dan lebih dari 1.000 kematian, menurut data dari Johns Hopkins University.

Sumber : Bloomberg

Wabah Corona Membuat Inovasi Pendidikan

Previous article

Setelah Vaksin, Menghentikan Virus Corona ini yang Dihadapi Selanjutnya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health