Pesan Romo Magnis di Wabah Covid-19

0
kematian covid-19 India
Migrant workers and their families board buses during a lockdown imposed due to the coronavirus in New Delhi, India, on Saturday, March 28, 2020. Indian Prime Minister Narendra Modi ordered the unprecedented move this week in a bid to replicate China’s relative success containing the coronavirus outbreak. But he faces perhaps more obstacles than his neighbor President Xi Jinping, who leveraged the Communist Party’s centralized control to isolate some 60 million people in the province of Hubei, where Covid-19 first emerged. Photographer: Anindito Mukherjee/Bloomberg

STARJOGJA.COM, Info – Rohaniwan dan budayawan Franz Magnis-Suseno, atau biasa disapa Romo Magnis memiliki pandangan soal wabah Covid-19 saat ini. Menurut Romo Magnis pesan dari wabah Covid-19 adalah mengajarkan masyarakat biasa hidup tertib.

“Pandemi mangajar kita untuk tertib. Memang kita hidup jangan seenaknya ya,” kata Magnis saat memberi keterangan pers secara daring, Jumat (22/5/2020).

Pesan Romo Magnis saat wabah Covid-19 ini harus hidup tertib terkait dengan imbauan pemerintah menggunakan masker dan menerapkan physical distancing di tengah masyarakat.

Baca Juga : NU dan Muhammadiyah Didorong Promosikan Islam Yang Toleran

“Kalau pun ingin beribadat bersama, kita tetap jangan membuat kerumunan, ambil jarak. Tuhan memberikan kepada kita kemampuan untuk bertanggung jawab,” kata dia.

Dengan demikian, menurutnya, masyarakat dapat segera keluar dari pandemi Covid-19. Kendati demikian, dia juga mengingatkan, masyarakat untuk membangun semangat solidaritas dalam menghadapi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19.

“Solidaritas berarti terutama di antara mereka yang sudah dikaruniai kehidupan yang lumayan dengan mereka yang belum terjamin. Sekarang kita harus gotong royong, buka tangan, membantu mereka solider. Lintas ras suku, budaya dan batas-batas agama,” ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menuturkan sejauh ini kurva Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat.

“Tidak ada analisis yang bisa mengarah pada kurva landai. Kasus setiap hari naik bahkan diumumkan semakin signifikan,” kata Hermawan melalui pesan suara kepada Bisnis, Senin (11/5/2020).

Dengan demikian, menurut dia, saat ini pemerintah seharusnya meningkatkan jangkauan serta wilayah dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dia menilai langkah pemerintah untuk melonggarkan PSBB justru bertentangan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Buat kami dari praktisi kesehatan publik, langkah ini mundur sekali,”ujarnya.

Dia mengkhwatirkan pelonggaran PSBB itu justru bakal menimbulkan sejumlah transmisi lokal penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Apalagi, dia mengimbuhkan, moda transportasi dan izin kembali bekerja diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

Sumber : Bisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here