Industri Pariwisata Dunia Diprediksi Anjlok Hingga 78 Persen

0
industri pariwisata dunia

STARJOGJA.COM, LIFESTYLE – Industri pariwisata dunia diprediksi mencatatkan kinerja terburuk sejak 1950 dan kehilangan pendapatan hingga triliunan dolar AS akibat pandemi corona, demikian laporan Organisasi Pariwisata Dunia (World Tourism Organization/WTO), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Industri pariwisata dunia tahun ini diprediksi anjlok pada kisaran 58 persen hingga 78 persen dibandingkan dengan 2019 dan destinasi wisata dapat kehilangan pendapatan hingga US$1 triliun yang mengakhiri satu dekade pertumbuhan berkelanjutan.

Angka untuk kuartal pertama tahun ini menunjukkan bahwa pariwisata berada di jalur skenario buruk, dengan perjalanan turun 57 persen pada Maret saja (yoy) dan kerugian mencapai US$80 miliar.

“Belum ada yang dapat memastikan kapan dan ke mana pelancong dapat bepergian seperti biasa, tetapi negara-negara yang bergantung pada industri pariwisata tengah menyusun strategi untuk menyambut pengunjung bahkan di tengah pandemi,” demikian pernyataan WTO seperti dilansir Bloomberg pada Sabtu (23/5/2020).

Memikat para wisatawan mungkin tidak mudah dan memberlakukan pengaturan untuk melindungi wisatawan dan penduduk lokal akan menjadi hal yang sangat diperlukan dan menantang.

Saint Lucia, dengan pendapatan dari perjalanan internasional inbound-nya mewakili lebih dari setengah produk domestik bruto, adalah salah satu negara pertama di Karibia yang mengumumkan rencana membuka kembali industri pariwisata.

Pada fase pertama, wisatawan AS akan diizinkan untuk mengunjungi negara pulau seluas hanya 617 km2 itu mulai 4 Juni, dan 1.500 kamar hotel sedang dipersiapkan untuk mematuhi proses sertifikasi Covid-19.

Penghentian pariwisata yang tiba-tiba di Karibia, ditambah lagi mereka belum sepenuhnya pulih dari badai Irma dan Maria pada 2017, akan mengakibatkan resesi terdalam lebih dari setengah abad, menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF).

Di Uni Eropa, larangan masuk terhadap semua wisatawan di luar zona Schengen, yang mencakup 30 negara Eropa, akan berakhir 15 Juni.

Sebagian besar negara anggota berencana melonggarkan lockdown dan mengembalikan denyut pariwisata terbatas di dalam blok terlebih dahulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here