Kab SlemanNews

Terapkan Protokol Kesehatan, Objek Wisata Sleman Siap Dibuka

0
objek wisata
breksi (JIBI)

STARJOGJA.COM, SLEMAN – Sejumlah Objek Wisata di Sleman yang Sudah Uji Coba Protokol Covid-19 dan Siap Dibuka. Meski demikian,  Pemkab masih menunggu perubahan status tanggap darurat non bencana dari Pemda DIY. Jika rekomendasi pembukaan wisata turun, maka operasional sejumlah objek wisata bisa dilakukan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan Dispar sudah melaksanakan dan memantau simulasi protokol kesehatan di sejumlah objek wisata (Obwis). Baik Candi Ijo (wisata candi), Merapi Park (wisata buatan), Tebing Breksi (wisata alam), Hotel Sahid Babarsari (perhotelan) dan Abayagiri (restoran).

“Dari evaluasi yang kami lakukan, simulasi yang dilaksanakan di beberapa tempat alhamdulillah sudah sesuai protokol kesehatan,” kata Ningsih kepada Harianjogja.com, Rabu (24/6/2020).

Meski demikian, lanjut Ningsih, Pemkab masih harus menunggu perubahan status tanggap darurat non bencana di wilayah DIY. Pasalnya penetapan status tanggap darurat di DIY berlaku hingga 30 Juni mendatang.

“Seandainya sudah ada rekomendasi gugus tugas, Objek Wisata Sleman Siap Dibuka . Itupun masih tahap uji coba atau terbatas. Uji coba terbatas ini akan kami lakukan di Obwis yang sudah melalukan simulasi kemarin,” katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan Pemkab tidak bisa secara sepihak membuat kebijakan sendiri untuk membuka destinasi wisatanya. Karena kebijakan destinasi wisata di DIY merupakan satu kesatuan. Sambil menunggu waktu tersebut, kata Sri, yang terpenting saat ini bagaimana seluruh pengelola objek wisata mampu menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk menyediakan fasilitas pendukungnya seperti westafel dan lainnya.

“Kunjungan wisatawan mengikuti hukum pasar dan disesuaikan dengan kebutuhan. Berdoa saja kasus Covid-19 di Sleman terus melandai. Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan menerapkan poha hidup bersih dan sehat,” kata Sri.

Terpisah, CEO Merapi Park Redita Utami mengatakan penerapan protokol kesehatan siap dilakukan jika sewaktu-waktu Merapi Park mendapatkan rekomendasi. Kalaupun dibuka, hanya area miniatur saja yang dipertontonkan.

“Untuk kids waterpark, cat house dan rabbit farm selama pandemi Covid tidak kami buka untuk mencegah penularan baik dari air maupun hewan,” jelasnya.

Pihaknya juga menerapkan scan QR code bagi pengunjung sebagai basis data wisatawan. Selain menjadi basis data digital pengunung Obwis tersebut, QR code juga berfungsi untuk membantu penelusuran kasus Covid.

“Ini berfungsi juga untuk menelusuri jika sewaktu-waktu ada penularan Covid-19 di Merapi Park,” katanya.

5 Kota Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi

Previous article

Ujicoba Pembukaan Wisata Pantai Diserbu Pengunjung

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman