Health

Pesepeda di Yogyakarta Meninggal, Hati-hati dengan ini 

0
pesepeda Yogyakarta meninggal
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Becak melintas di antara padatnya lalu lintas di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (13/05/2015). Becak kayuh menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta, kehadirannya sebagai moda transportasi kini terus terdesak laju pertumbuhan sepeda motor dan mobil.
STARJOGJA.COM, Info – Kabar meninggal dari pesepeda asal Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (6/7/2020) pagi dibenarkan Kapolsek Depok Timur, Kompol Suhadi. Pesepeda itu bernama Kaseri, 64, seorang warga Pasekan, Maguwoharjo, Depok, Sleman tiba-tiba ambruk saat mengayuh sepeda sepulang menunaikan ibadah salat subuh di masjid dekat rumahnya.
“Iya betul ada laka tunggal tadi pagi pukul 07.10 WIB di Maguwoharjo. Yang bersangkutan mengayuh sepeda, lalu ambruk pingsan. Bukan ketabrak, dia jatuh sendiri, jalanan juga masih sepi,” kata Kompol Suhadi.
Menurutnya, pesepeda yang bekerja sebagai karyawan swasta itu pada Senin pagi berkeliling dengan sepeda setelah pulang menunaikan salat subuh. Saat tiba di lokasi kejadian di Jalan Anggrek, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kaseri tiba-tiba ambruk.
Warga sekitar yang mengenalinya langsung menolongnya dan menghubungi RS Hermina. Begitu dibawa ke RS Hermina, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kabar seorang pegowes asal Sleman yang meninggal dunia saat tengah bersepeda menjadi peringatan bari warga.
Peristiwa kematian mendadak ketika bersepeda ini mendapat perhatian dari ahli kesehatan. Dosen FKKMK UGM, Rustamaji meminta masyarakat memperhatikan kesehatannya jika ingin bersepeda.
“Memang bersepeda bisa mengurangi kadar stres, karena dilakukan sambil santai dan menghirup udara segar. Namun, kesehatan perlu diperhatikan, apakah punya penyakit bawaan,” kata Rustamaji, Senin (6/7/2020).
Ia yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Covid-19 UGM ini menegaskan khususnya bagi masyarakat yang sudah berumur harus konsultasi olahraga apa yang sesuai dengan dokter.
“Kalau pesepeda ada riwayat penyakit serius seperti sakit jantung, pembuluh vaskuler, hipertensi akan sangat berbahaya. Orang dengan riwayat gangguan jantung tentu berisiko terkena serangan jantung kapan pun,” kata Rustamaji.
Sebelumnya diberitakan seorang pesepeda asal Maguwoharjo, Depok, Sleman dikabarkan meninggal dunia pada Senin (6/7/2020) pagi. Ia tiba-tiba ambruk saat mengayuh sepeda sepulang menunaikan ibadah salat subuh di masjid dekat rumahnya.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Suhadi saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa itu. Pengendara sepeda itu diketahui bernama Kaseri, 64, seorang warga Pasekan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
“Iya betul ada laka tunggal tadi pagi pukul 07.10 WIB di Maguwoharjo. Yang bersangkutan mengayuh sepeda, lalu ambruk pingsan. Bukan ketabrak, dia jatuh sendiri, jalanan juga masih sepi,” kata Kompol Suhadi.
Menurutnya, pesepeda yang bekerja sebagai karyawan swasta itu pada Senin pagi berkeliling dengan sepeda setelah pulang menunaikan salat subuh. Saat tiba di lokasi kejadian di Jalan Anggrek, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kaseri tiba-tiba ambruk.
Warga sekitar yang mengenalinya langsung menolongnya dan menghubungi RS Hermina. Begitu dibawa ke RS Hermina, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yang diterima kepolisian, korban mempunyai riwayat sakit jantung dan dan rutin cek kesehatan ke RS Hermina. “Dari pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, karena mereka tahu bahwa korban punya riwayat sakit,” ujar Suhadi.
Sumber : Harianjogja

Pasien Positif DIY Tambah Enam Orang

Previous article

 Suku Cadang Toyota 2000GT Segera Diproduksi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health