Kota JogjaNews

DIY Terapkan Integrasi QR Code untuk Data Wisatawan

0
QR Code Wisatawan
Ilustrasi Obyek wisata Pantai

STARJOGJA.COM, JOGJA DIY Terapkan Integrasi QR Code untuk Data Wisatawan di tengah penerapan new normal Covid-19. QR Code ini harus diterapkan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk mendata wisatawan yang datang ke wilayahnya. Langkah ini mendesak dilakukan seiring dengan mulai dibukanya kembali sejumlah obyek wisata.

Sultan meminta integrasi ini dilakukan sampai level propinsi untuk memudahkan pelacakan wisatawan yang dimungkinkan mengunjungi beberapa obyek wisata di lintas wilayah.

Hal ini dilakukan agar mempermudah pelacakan (tracing) jika terdapat kasus positif di tempat wisata yang ada di DIY. Terlebih lagi , wisatawan yang datang tidak hanya warga DIY. Melainkan, wisatawan dari luar daerah juga sudah mulai mendatangi kawasan wisata yang ada di DIY.

Sultan pun memberi gambaran kemungkinan adanya wisatawan yang terpapar Covid-19 meski saat dicek kesehatannya terkesan sehat.

“Mungkin saat datang ke objek wisata dan dicek kesehatannya wisatawan itu terkesan sehat. Tapi siapa tahu, habis jalan dari Pantai Parangtritis, Kaliurang, Hutan Mangunan tiga hari kemudian ia sakit dan mengarah positif. Ini lalu bagaimana tracing-nya? Ini persoalannya,” jelas Sultan.

Sultan mengatakan dengan integrasi sistem pelacakan ini diharapkan mempermudah penanganan jika seandainya ada yang ketahuan positif covid-19.

“Semoga online ini bisa mempermudah kita melakukan tracing terhadap terbukanya kemungkinan-kemungkinan pariwisata. Tidak apa-apa (pariwisata) dibuka, begitu positif dan mudah di-tracing, silakan dibuka,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Selasa (7/7).

Ia menyebut Penerapan sistem QR Code ini sendiri sudah dimulai oleh Pemkot Yogyakarta sebelumnya di kawasan Malioboro. Sultan mengatakan, Pemkab Gunungkidul, Pemkab Bantul dan Pemkab Sleman juga sudah menerapkan sistem tersebut.

Terintegrasinya sistem ini juga memudahkan wisatawan. Sebab, jika di satu tempat wisata sudah melakukan pemindaian QR Code, maka saat menuju destinasi lainnya di DIY tidak perlu melakukan pemindaian kembali.

“Setelah dia dari Malioboro, pergi ke Kaliurang dan Mangunan itu tidak perlu mendaftar lagi. Di situ keluar jam berapa berkunjung, walaupun orang Semarang, Surabaya atau Yogya, kecenderungan dia positif bisa kita lihat di data onlinenya. Kalau ada yang positif ya kamu masuk rumah sakit ,” ujarnya.

https://anchor.fm/dashboard/episode/egjc59

Kia Hadirkan Sorento Generasi ke-4 Versi Hybrid

Previous article

Tahun Ajaran Baru, SD dan SMP Masih Pembelajaran Daring

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja