Techno

Mewaspadai Aplikasi Pra-instal di Ponsel

0
aplikasi pra-instal
Model mengoperasikan produk ponsel pintar Huawei Nova 3i dalam peluncurannya, di Jakarta, Selasa (31/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

STARJOGJA.COM, Info – Sering menginstal aplikasi di handphone atau ponsel harus berhati-hati. Sebab, Kaspersky memberi warning kepada pengguna untuk mewaspadai aplikasi pra-instal yang berpeluang menyebabkan infeksi sistem pada ponsel.

Hal ini merujuk pada riset Kaspersky yang menemukan sekitar 14,8 persen pengguna perangkat seluler yang menjadi target malware atau adware menderita infeksi partisi sistem pada 2019. Alhasil, file-file berbahaya tidak dapat dihapus, dimana aplikasi default pra-instal berperan di dalamnya.

Risiko adanya malware dalam aplikasi pra-instal, menurut Kaspersky, bergantung pada merek ponsel. Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus bervariasi dari satu hingga lima persen terdapat pada perangkat biaya rendah (low-end), dan dapat meningkat hingga 27 persen dalam kasus ekstrem.

“Analisis kami menunjukkan bahwa pengguna seluler tidak hanya secara signifikan diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka juga mungkin berisiko bahkan sebelum sampai di tangan,” ujar peneliti keamanan Kaspersky, Igor Golovin, dikutip dari Antara, Minggu (12/7/2020).

Infeksi partisi sistem mengandung risiko tingkat tinggi bagi pengguna perangkat yang terinfeksi karena solusi keamanan tidak dapat mengakses direktori sistem. Aibatnya, infeksi ini berujung pada kegagalan dalam menghapus fail berbahaya dalam ponsel.

Menurut Kaspersky, jenis infeksi ini menjadi cara lebih umum untuk menginstal adware perangkat lunak yang dibuat untuk menampilkan iklan yang mengganggu.

“Beberapa pemasok perangkat seluler berfokus pada memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat, bahkan jika alat tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat,” jelasnya.

Infeksi dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu ancaman memperoleh akses root pada perangkat dan menginstal adware di partisi sistem, atau melalui kode untuk menampilkan iklan masuk ke firmware perangkat bahkan sebelum berakhir di tangan konsumen.

Di antara ancaman yang ditemukan dalam direktori sistem, Kaspersky menemukan berbagai program berbahaya. Sebut saja  Trojan yang dapat memasang dan menjalankan aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna, hingga yang paling sederhana dan tidak begitu mengancam seperti tampilan iklan tetapi tetap mengganggu.

Dalam beberapa kasus, modul adware bahkan sudah dipasang sebelum pengguna menerima perangkat mereka, sehingga dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Konsekuensi tersebut misalnya banyak ponsel cerdas memiliki fungsi yang menyediakan akses jarak jauh ke perangkat, tetapi jika disalahgunakan, fitur seperti itu dapat menyebabkan kompromi data pada perangkat pengguna.

“Saya menyarankan pengguna untuk melihat dengan cermat model ponsel cerdas yang ingin mereka beli dan memperhitungkan risiko ini. Akhirnya, mungkin pengguna akan dihadapkan pada pilihan antara membeli perangkat yang lebih murah atau yang lebih ramah pengguna,” ujar Igor.

Untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh adware pada perangkat seluler, Kaspersky menyarankan untuk memeriksa ulasan pengguna sebelum membeli perangkat.

Jika perangkat terinfeksi, periksa pembaruan firmware atau cobalah untuk memasang firmware alternatif dan menggunakan solusi kemanan yang dapat membantu mendeteksi berbagai ancaman, termasuk adware.

Sumber : Antara

 Program Chickenisasi Siswa SD dan SMP Terus Jalan

Previous article

Duh, Penangkapan Bibit Lobster Terlihat di Gunungkidul

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Techno