FeatureNews

Tambah 20 Pasien Covid-19, Kulonprogo 8 Kasus

0
masyarakat melanggar protokol Covid-19
Petugas dari TNI dan Polri Berjaga di Media Center Posko Covid-19 Bantul

STARJOGJA.COM, Info – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertambah menjadi 53 kasus dengan ada penambahan 8 kasus. Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan ada 20 penambahan kasus positif pada Rabu (12/8/2020) dengan Kulonprogo mendominasi kasus Covid-19.

“Kasus 896, laki-laki 46 tahun, Kulonprogo; Kasus 897, laki-laki, Kulonprogo; Kasus 898, laki-laki, Kulonprogo; Kasus 899, laki-laki 40 tahun, Kulonprogo; Kasus 900, perempuan 40 tahun, Kulonprogo. Kasus 901, laki-laki, Kulonprogo; kasus 902, laki-laki, Kulonprogo; Kasus 903, laki-laki, Kulonprogo,” katanya Rabu (12/8/2020).

Berty mengatakan selain kasus Covid-19 di Kulonprogo ada tambahan kasus di Gunungkidul, Sleman, Kota Jogja dan Bantul. Kota Jogja dan Gunungkidul ada penambahan satu kasus. Sementara Bantul 4 kasus dan Sleman 6 kasus.

Baca juga : Simulasi Patuh Protokol Covid-19 Bantul, Melanggar Akan Disidang

“Laporan ini berdasarkan pemeriksaan pada 888 sampel dari 761 orang,” ujarnya.

Berty mengatakan dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 900 kasus, dengan 633 kasus telah sembuh. Sementara kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Sleman 18 kasus, Bantul 3 kasus dan Kulonprogo 3 kasus.

“Kasus 886 pelaku perjalanan Semarang, Kasus 887 hasil tracing kasus positif, Kasus 888 pelaku perjalanan Kalimantan Timur, Kasus 889 hasil tracing Kasus 849, Kasus 890 hasil tracing Kasus 850, Kasus 891 hasil tracing kasus positif, Kasus 892 dalam penelusuran, Kasus 893 hasil tracing Kasus 521, Kasus 894 dan 895 masih dalam penelusuran, Kasus 896 pelaku perjalanan Bekasi, Kasus 897-903 hasil tracing Kasus 862, Kasus 904 dan 905 hasil tracing Kasus 519,” katanya.

Bayu

30 Pelaku Jamu Gendong Dapat Sertifikat

Previous article

Telegram Masih Jadi Aplikasi ‘Sarang’ Aktivitas Terorisme

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature