Health

Kasus dan Kematian Akibat Covid-19 Global Melambat

0
puncak Omicron
Migrant workers and their families board buses during a lockdown imposed due to the coronavirus in New Delhi, India, on Saturday, March 28, 2020. Indian Prime Minister Narendra Modi ordered the unprecedented move this week in a bid to replicate China’s relative success containing the coronavirus outbreak. But he faces perhaps more obstacles than his neighbor President Xi Jinping, who leveraged the Communist Party’s centralized control to isolate some 60 million people in the province of Hubei, where Covid-19 first emerged. Photographer: Anindito Mukherjee/Bloomberg

STARJOGJA.COM, Info – Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan peningkatan kasus dan kematian akibat Covid-19 di dunia mulai melambat. Namun, di kawasan Asia Tenggara dan Mediterania timur kasusnya masih terus meninggi.

Dalam pembaruan epidemiologi terbaru, yang dikeluarkan pada Senin (24 Agustus) malam, dikatakan bahwa Amerika tetap menjadi wilayah yang paling terpukul, terhitung setengah dari kasus yang baru dilaporkan dan 62 persen dari 39.240 kematian di seluruh dunia dalam seminggu terakhir.

“Lebih dari 1,7 juta kasus COVID-19 baru dan 39.000 kematian baru dilaporkan ke WHO untuk pekan yang berakhir 23 Agustus, penurunan 4 persen dalam jumlah kasus dan (penurunan 12 persen) dalam jumlah kematian dibandingkan dengan minggu sebelumnya, “kata WHO dikutip dari channelsnewasia.

Baca juga : UGM: Jangan Buru-Buru Klaim Obat Covid-19

Asia Tenggara, wilayah yang paling terkena dampak kedua, melaporkan lonjakan terhitung 28 persen kasus baru dan 15 persen kematian, katanya. India terus melaporkan sebagian besar kasus, tetapi virus juga menyebar dengan cepat di Nepal.

Di wilayah Mediterania timur WHO, jumlah kasus yang dilaporkan meningkat 4 persen, tetapi jumlah kematian yang dilaporkan secara konsisten menurun selama enam minggu terakhir.

Lebanon, Tunisia dan Yordania melaporkan peningkatan kasus tertinggi dibandingkan minggu sebelumnya.

Jumlah kasus dan kematian yang dilaporkan di seluruh Afrika menurun masing-masing sebesar 8 persen dan 11 persen dalam seminggu terakhir, terutama karena penurunan kasus yang dilaporkan di Aljazair, Kenya, Ghana, Senegal dan Afrika Selatan.

“Di kawasan Eropa, jumlah kasus yang dilaporkan secara konsisten meningkat selama tiga minggu terakhir,” demikian menurut WHO lagi.

Namun, WHO mencatat hanya sedikit penurunan (1 persen) yang dilaporkan dalam seminggu terakhir, dan jumlah kematian terus menurun di seluruh wilayah.

Di wilayah Pasifik barat WHO, jumlah kasus baru turun 5 persen, didorong oleh penyebaran yang lebih sedikit di Jepang, Australia, Singapura, Cina dan Vietnam. Korea Selatan melaporkan lonjakan kasus sebesar 180 persen.

“Terutama karena peningkatan kasus yang terkait dengan pertemuan keagamaan”.tegas mereka.

 

Sumber : Bisnis

Bayu

Awas SIM Swap Mengancam Anda

Previous article

Mantan Presiden Barcelona, Messi Seperti Mau Dijual

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health