News

IDI Sikapi Kasus Harian Covid-19 Tembus 4 Ribu

0
Isu rumah sakit "mengcovidkan"
Petugas medis mengecek peralatan kesehatan saat berada di ruangan isolasi Rumah Sakit Zainal Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Aceh menyediakan dua unit rumah sakit khusus , yakni Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Meutia, Lhokseumawe sebagai rujukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus Corona. ANTARA FOTO - Ampelsa

STARJOGJA.COM, Info – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyikapi kasus Covid-19 harian nasional tembus 4.176. IDI meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan kapasitas tenaga kesehatan ditambah.

Ketua Umum PB IDI dokter Daeng Faqih mengatakan bahwa ada dua hal yang harus disiapkan terkait dengan tambahan kasus yang makin tinggi.

Pertama, agar pemerintah bekerja sama menambah kapasitas pelayanan, baik dari tenaga kesehatan dan juga fasilitas kesehatan.

Baca Juga : Bicara Pelan dan Diam Akan Aman dari Covid-19

“Karena kami khawatir ada saudara kita yang sakit lain dan tidak dapat ruangan. Selain itu, kalau tidak ditambah kapasitasnya petugas kesehatan akan gampang kelelahan sehingga bisa lebih rentan terpapar Covid-19,” ungkapnya pada konferensi pers, Selasa (22/9/2020).

Kedua, IDI bersama dengan tenaga kesehatan lainnya, pemerintah, Satgas Penanganan Covid-19, dan Komite Penanggulangan Covid-19 untuk lebih gencar mendorong masyarakat agar disiplin protokol kesehatan.

“Karena kalau tidak, penularan di tengah masyarakat akan tetap tinggi. Jadi walaupun kapasitas sudah ditambah nanti akan tetap penuh dan terlampaui jumlah kapasitas yang ada. Kampanye disiplin protokol kesehatan ini minimal agar masyarakat disiplin pakai masker dengan baik, tutup hidung sampai dagu,” tegasnya.

Daeng menyebut, saat ini tenaga kesehatan, termasuk dokter sudah mulai kewalahan. Selama menghadapi pandemi Covid-19 dalam enam bulan terakhir sudah ada 117 dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

“Kepada sodara sejawat dokter seluruh Indonesia dan tenaga kesehatan, memang pekerjaan di lapangan kami tahu sangat berat dan sangat berisiko. Tapi rakyat yang sakit sangat membutuhkan bantuan untuk merawat. Oleh karena itu, dengan kondisi yang seperti ini masih banyak yang tertular butuh bantuan kita. Marilah kita tetap kerja keras, semangat, meskipun kita tahu risiko dan bebannya berat,” ujarnya.

Daeng mengimbau agar para tenaga kesehatan tetap melakukan pekerjaan dengan hati-hati, penuh waspada, dan memastikan memakai APD dengan benar.

“Selain itu hindari kegiatan lain yang bisa berpotensi menularkan Covid-19 sehingga kita bisa bekerja secara aman,” imbuhnya.

Sumber : Bisnis

Bayu

Ketua PSHT Solo Minta Anggotanya Tidak Turun ke Jalan

Previous article

Tampil dengan BTS, Nama Jokowi Trending

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News