FeatureNews

Sejarah Kali Code di Tangan Romo Mangun

0
kali Code
Sungai Code Jogja (Rizqi Febriana)

STARJOGJA.COM, INFO – Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tiga aliran sungai besar yang melintasinya. Sungai tersebut yaitu sungai Gajah Wong yang berada di bagian timur, sungai Code di bagian tengah, dan sungai Winongo di bagian Barat. Lokasinya yang berada di tengah kota membuat kali Code atau sungai Code selalu menjadi sorotan.

Masyarakat kota Jogja tentunya sudah tidak asing lagi dengan keberadaan sungai ini. Sungai yang berhulu Gunung Merapi ini mempunyai sejarah yang tidak bisa dipisahkan dengan kampung yang berada di pinggirnya yaitu Kampung Code.

Sejarah sungai dan kampung Code sendiri tidak lepas dari usaha seorang Pastur sekaligus Sejarawan dan Dosen yang bernama Romo Mangun. Dahulunya kawasan sungai code dikenal dengan kawasan hitam. Di mana tempat rumah-rumah warga berdiri saat ini, dulu ditumbuhi pohon-pohon besar dan semak-semak liar.

Baca juga : Aksi Kampung Wisata Kali Code Cokrodiningratan

“Dulu di sini kan kawasan hitam, kalau orang lain masuk sini sudah tidak berani dulu. Copet sama maling kalau udah masuk sini, polisi tidak bisa mencari. Kawasan Bromocorah dulu sini,” ucap Bandung, salah seorang warga kampung Code.

Kedatangan Romo Mangun tahun 1980-an atas unsur rasa kemanusiaan dapat merubah kondisi sungai dan kampung Code pada saat itu. Ia mendirikan rumah-rumah dari bambu untuk orang-orang pendatang yang menggelandang di sekitaran kali Code dengan uangnya sendiri.

Sekitar 15 pendatang yang menggelandang tersebut awalnya tinggal di bawah jembatan dengan membangun gubuk-gubuk sederhana dari kardus dan gedhek. Namun gubuk yang mereka bangun itu setiap sore di bakar oleh petugas keamanan.

“Mereka mendirikan gubuk sederhana dengan kardus atau gedhek di bawah jembatan sana. Pagi mereka bikin, sorenya dibakar sama petugas keamanan. Romo Mangun melihat itu sedikit kesal, kok caranya kurang manusiawi. Yaudah akhirnya dia tanya ke pendatang maunya apa, dan mendirikan rumah-rumah sederhana pakai dananya sendiri,” jelas Bandung.

Seperti yang sudah dikatakan di awal tadi, sejarah sungai Code hingga bisa seperti sekarang tidak lepas dari usaha seorang Romo Mangun. Sungai Code yang dulunya kotor dan dipenuhi sampah rumah tangga itu disulap oleh Romo Mangun menjadi sungai yang bersih seperti yang bisa kita lihat saat ini.

Untuk menata sungai Code pada saat itu Romo Mangun mencanangkan program yang diberi nama Tri Bina yaitu Bina Manusia, Bina Usaha, dan Bina Lingkungan.

Melibatkan mahasiswanya sekitar 10-15 orang, ia mulai membina masyarakat tentang pentingnya tidak membuang sampah di sungai. Mengajak warga untuk sadar akan pentingnya hidup bersih.

“Dulu memang sungainya kotor, Romo Mangun yang menata. Dia menggunakan programnya Tri Bina. Mengajak mahasiswanya juga untuk terjun membantu, sampai nginep di sini dulu mahasiswanya,” kata Bandung.

Saat ini masyarakat terus berupaya menjaga sungai Code. Mereka tidak ingin sungai Code yang saat ini sudah lebih baik harus kembali lagi seperti dulu. Setiap bulan mereka melakukan program dari pemerintah yaitu Program Kali Bersih. Program tersebut adalah kegiatan membersihkan kali dari sampah-sampah.

Penulis : Risqi Febriana

Khabib Nurmagomedov Tidak Terkalahkan

Previous article

Cerita Walgiyanto Pengrajin Keris Asal Imogiri

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature