Flash InfoLifestyle

Batik Motif COVID-19 Asal Sumatera Barat Banyak Diminati

0
batik covid-19
Batik Covid-19 karya Dewi Hapsari Kurniasih, Foto: Antara

STARJOGJA.COM, FLASH INFO – Salah seorang perajin di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengisi waktu selama menjalani isolasi mandiri dengan menjadikan logo COVID-19 sebagai motif batik.

“Pada dasarnya motif yang kami buat hanya dua, yakni kecil dan besar. Dan karena lokasi pembuatannya di Sumatera Barat, maka motif ini pun disandingkan dengan motif khas Minangkabau,” kata Dewi Hapsari Kurniasih dikutip dari Antara, Rabu (30/12).

Dia membuat motif batik untuk menghilangkan rasa jenuh, sekaligus sebagai cara untuk memotivasi diri agar segera cepat pulih.

Baca juga: Batik Corona Cara Seniman Jogja Merekam Jejak Peristiwa

Dalam pembuatan motif dia juga tidak melibatkan karyawan, motif ia buat seketika setelah ide muncul dan lokasi pembuatannya juga di rumah sehingga aktivitasnya tidak berdampak ke masyarakat sekitar.

Dia telah menjalani isolasi mandiri sejak 10 Desember 2020 hingga saat ini, meski demikian sebelum menjalani isolasi ia mengaku telah merasakan gejala terpapar COVID-19.

“Waktu itu indra penciuman saya agak terganggu akhirnya saya memberanikan tes usap dan hasilnya pun positif,” ungkapnya.

Warna sebagai penyemangat

Semenjak motif COVID-19 dikenalkan pada November 2020 hingga saat ini pesanan terus mengalir, apalagi setelah motif tersebut ia sempurnakan selama menjalani isolasi mandiri.

“Awal dikenalkan sudah banyak memesan, namun karena kemarin pilkada sehingga tidak terlalu fokus. Namun, setelah disempurnakan pesanan malah semakin banyak,” sebutnya.

Ia pun sengaja memberi sentuhan warna yang kinclong pada motif-motif yang dibuat, hal tersebut dimaksud untuk memberi semangat bagi warga yang terpapar dan para penyitas COVID-19.

“COVID-19 harus dilawan, warga yang terpapar dan para penyintas mesti bangkit, warna kinclong di motif yang saya buat merupakan simbol semangat untuk kita semua,” ungkapnya.

Ia menyebut, warga yang terpapar dan para penyitas mesti harus digandeng, hanya saja hingga saat ini masih banyak yang menilai bahwa mereka adalah penyebar penyakit dan harus dijauhi.

“Sebenarnya tidak ada yang ingin yang terpapar COVID-19, namun karena berbagai faktor baik disengaja maupun tidak, akhirnya banyak yang terpapar. Dan tugas kita semua untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Apalagi dari pengalamannya, motivasi yang kuat merupakan obat paling mujarab untuk bisa sembuh dari COVID-19.

Sumber: Antara

Arif Mujiono

Desainer Kondang Pierre Cardin Tutup Usia

Previous article

Sleman Batasi Jam Kunjung Tempat Wisata

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *