Kab Kulonprogo

Kulonprogo Akan Mencetak Sawah Baru 50 Hektare

0
sawah baru Kulonprogo
ilustrasi sawah

STARJOGJA.COM, Info – Kulonprogo akan mencetak sawah baru pada 2021 di empat kapanewon dengan total luas 50 hektare. Lahan seluas 50 hektare itu terdiri dari 33 hektare di Kapanewon Nanggulan, 13 hektare di Sentolo, dua hektare di Kalibawang, dan dua hektare di Samigaluh.

“Di Nanggulan, Sentolo, Kalibawang, dan Samigaluh,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Disperpangan Kulonprogo Tri Hidayatun, Senin (4/1/2021).

Empat kapanewon itu dipilih sebagai lokasi pembuatan sawah baru berdasarkan hasil Survei Investigasi Desain (SID) yang dilakukan Distanpangan tahun lalu. Kriteria lahan layak dicetak sawah baru di antaranya ketersediaan air, tingkat kesuburan tanah, hingga rawan tidaknya terhadap potensi bencana.

Baca juga : Cetak Sawah Baru di Kulonprogo 40 Ha

Cetak sawah akan dilakukan saat musim kemarau pada triwulan kedua tahun ini, atau Juli 2021. Sebelum memulai proses itu, Distanpangan akan mengundang petani pengelola dari empat kapanewon dan memberi mereka penjelasan terkait dengan proses pencetakan hingga pengelolaan sawah. Perangkat kelurahan, kapanewon dan unsur terkait juga dilibatkan dalam tahapan ini.

Kepala Distanpang Kulonprogo Muh Aris Nugraha mengatakan program cetak sawah baru dilakukan secara bertahap. Dimulai sejak 2015 lalu, hingga sekarang total lahan yang sudah dicetak telah mencapai 205 hektare dari target 350 hektar.

Pencetakan terakhir dilakukan pada 2020 di empat titik di kawasan Perbukitan Menoreh. Total lahan yang dicetak kala itu seluas 50 hektare. “Program ini akan terus berlanjut sampai target terpenuhi,” ujarnya.

Aris menjelaskan program ini penting dilakukan untuk mengembalikan luas lahan pertanian di Kulonprogo yang saban tahun terus menyusut akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan.

Aris mengatakan selama tiga tahun terakhir sudah terjadi pengalihan lahan pertanian seluas 76 hektare. Pengalihan lahan pertanian terbanyak digunakan untuk kepentingan umum, yakni pembangunan Sekolah Vokasi UGM seluas 60 hektare dan Jogja Agro Technopark (JATP) dengan luas 5 hektar. Adapun luas lahan pertanian di Kulonprogo saat ini berkisar 12.000 hektar.

“Selain mengembalikan luas lahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” ucapnya.

Sumber : Harianjogja

Warga Pengungsi Merapi Kembali ke Barak

Previous article

Kasus Bunuh Diri 2020 di Gunungkidul Menurun

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *