FeatureNews

Cek Cicilan Rumah, Warga Yogya Kaget Dapat Subsidi Bunga KPR Cair

0
Subsidi KPR
Ilustrasi Pembangunan RUmah ( FOTO : Bisnis.com)

STARJOGJA.COM, Info – Hidayat warga Wates, Kulonprogo mengaku kaget ketika membayar cicilan rumah karena mendapatkan dana masuk ke rekeningnya. Hal ini membuat cicilan rumah di bulan ini sudah terdebet tanpa mengangsur cicilan KPR karena ada subsidi.

“Ya kemarin kan mau bayar cicilan, tiba tiba kok sudah terdebet dahulu. Setelah dicek ternyata ada dana masuk tanggal 24 Maret kemarin,” katanya Jumat (26/3/2021).

Ia mengaku tidak tahu jika dana yang masuk itu adalah subsidi cicilan KPR dari pemerintah. Ia mengaku senang karena sangat terbantu dengan subsidi itu melihat pandemi Covid-19 ini.

Baca juga : Alasan Pemerintah Tidak Melanjutkan Subsidi Bantuan Upah

“Pas dicek di rekening buku, kode pengiriman kok subsidi sepertinya jadi bukan kode transfer dari seseorang. Kalau ini subsidi ya terimakasih pemerintah pak Jokowi,” katanya.

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan nasabah KPR perseroan mulai merasakan penurunan jumlah cicilan sejak bulan lalu. Hal ini akibat dua faktor yakni penurunan suku bunga kredit yang dilakukan perseroan serta adanya subsidi dari pemerintah lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan pihaknya menurunkan suku bunga dasar kredit bersamaan dengan bank BUMN lainnya sejak Februari lalu.

“Suku bunga sudah kita turunkan juga, SBDK sudah diumumkan. Kompakan dengan bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk mendorong pertumbuhan kredit,” ujarnya, Rabu (10/3/2021).

Pada Februari lalu, BTN memangkas suku bunga dasar kredit (SBDK) hingga 270 bps sejalan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini sudah di level 3,5%. Penurunan tingkat bunga ini dilakukan pada seluruh segmen kredit mulai dari korporasi, ritel hingga konsumsi. Untuk kredit korporasi, SBDK BTN dipangkas sebesar 190 bps menjadi 8% dari sebelumnya sebesar 9,9% pada Desember 2020.

Kemudian untuk kredit ritel, BTN menurunkan bunga sebesar 165 bps menjadi 8,25% dari sebelumnya 9,9%. Terakhir, di segmen konsumsi, SBDK KPR turun 270 bps menjadi 7,25% dari sebelumnya 9,95%, sedangkan SBDK nonKPR turun 250 bps menjadi 8,75% dari sebelumnya 11,25%. Nixon menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana untuk menaikkan bunga kredit. Sebaliknya, perseroan akan terus menurunkan tingkat suku bunga.

“Tema tahun ini efisiensi. Jadi tidak terpikirkan untuk kami menaikkan bunga kredit, tapi menurunkan bunga BTN yang selama ini dianggap termahal, kita harap gradually turun terus.”

Persen Selain penurunan bunga, pemangkasan jumlah cicilan KPR di BTN juga terjadi karena adanya subsidi dari pemerintah untuk pembayaran bunga kredit selama tiga hingga enam bulan. Subsidi ini berlaku untuk nasabah KPR dengan rumah tipe 70.
“Mungkin orang-orang suka gak bisa bedakan. Ada dulu PEN, kalau inget ada PMK pembayaran bunga KPR sampai tipe 70 ada yang 3 bulan sampai 6 bulan,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada tahun lalu pemerintah merilis Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Dana PEN tersebut, lanjutnya, sudah cair dari pemerintah dan langsung disalurkan oleh perseroan kepada nasabah.

“Sudah masuk rekening dan itu kan untuk kepentingan masyarakat, bukan BTN. Tagihan bunga yang sebelumnya memang dibayarkan pemerintah.”

Dibeli Pengusaha Malaysia, Tweet Perdana Pendiri Twitter Terjual Rp41,8 Miliar

Previous article

Pemerintah Melarang Mudik Lebaran 2021

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature