Health

Gabungan Remdesivir dengan Obat Virus Hepatitis C untuk Lawan Covid-19

0
remdesivir dengan obat virus hepatitis C
hepatitis - Istimewa

STARJOGJA.COM, Info – Peneliti dari Mount Sinai Hospital di New York City percaya bahwa kombinasi obat yang sudah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat bisa menjadi kunci dalam mengobati Covid-19. Para peneliti menggabungkan remdesivir dengan obat virus hepatitis C (HCV). Penggabungan obat ini diharapkan dapat mengidentifikasi kombinasi yang memperlambat replikasi virus.

“Di sini kami melihat sinergi yang menjanjikan yang jika dikonfirmasi melalui penelitian tambahan dan uji klinis, dapat memberikan antivirus baru untuk memerangi Covid-19,” kata Dr. Gaetano Montelione, seorang profesor di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York, Amerika Serikat seperti dilansir dari Medical News Today, Rabu (5/5/2021).

Sebelumnya remdesivir dipercaya dapat menargetkan enzim virus tertentu atau menyerang titik lemah replikasi virus di dalam inang. Kortikosteroid tertentu seperti deksametason, dapat mengurangi peradangan pada orang dengan Covid-19. Para ilmuwan yang menerbitkan makalahnya di jurnal Cell Reports ini kemudian mempertimbangkan 10 obat HCV yang berbeda dalam penelitian mereka. Tujuan mereka adalah menemukan sesuatu yang memperkuat efek remdesivir pada orang dengan Covid-19.

Baca juga : Remdesivir Tidak Bisa Didapat Bebas di Pasaran

Tim peneliti berpikir bahwa obat HCV dapat mengikat enzim yang disebut Mpro. Enzim ini adalah protease utama SARS-CoV-2, yang penting untuk replikasi virus. Tim menguji obat HCV pada monyet dan sel manusia. Mereka menemukan bahwa 7 dari 10 obat dapat bertindak sebagai penghambat SARS-CoV-2.

Meskipun tujuh obat efektif dalam menghambat replikasi virus, percobaan lebih lanjut menunjukkan bahwa empat di antaranya menghambat protease berbeda yang disebut PLpro. Empat obat yang efektif untuk meningkatkan manfaat remdesivir adalah paritaprevir, grazoprevir, simeprevir, dan vaniprevir.

Obat tersebut bersinergi dengan remdesivir. Ini berarti bahwa mereka meningkatkan keefektifan remdesivir dalam mengurangi replikasi virus sebanyak 10 kali lipat.

“Penggunaan gabungan remdesivir dengan penghambat PLpro untuk pengobatan Covid-19 bisa menjadi pengubah permainan bagi orang dengan Covid-19 yang tidak divaksinasi,” kata Dr. Adolfo Garcia-Sastre.

Dr. Kris White, asisten profesor mikrobiologi di Icahn Mount Sinai di New York City percaya bahwa penelitian baru dapat menghasilkan campuran antivirus yang sangat efektif. Chris Coleman, asisten profesor imunologi infeksi di Universitas Nottingham di Inggris mengatakan bahwa penelitian ini memiliki banyak aspek positif.

“Menargetkan dua langkah replikasi virus berarti Anda terkena virus dua kali, sehingga kecil kemungkinan virus akan bermutasi untuk menghindari pengobatan,” jelasnya.

Meskipun kombinasi tersebut memiliki banyak potensi, para peneliti mengatakan bahwa ada satu hambatan utama untuk diatasi yakni remdesivir bukanlah obat oral. Orang-orang menerimanya secara intravena di rumah sakit, jadi dokter tidak akan bisa begitu saja menulis resep dan meminta pasiennya melakukannya sendiri di rumah.

Diperlukan waktu 30 menit hingga 2 jam untuk menyuntikkan remdesivir. Selain itu, orang biasanya menerimanya setiap hari, dan pengobatan dapat berlangsung selama 5–10 hari.

Sumber : Bisnis

Arif Mujiono

Satgas : Kondisi Baik Saat Covid-19 Bisa Buruk Jika Mudik

Previous article

Vitamin D Dosis Tinggi Tak Bantu Pasien Covid-19

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health