Kab Gunungkidul

BOR Rumah Sakit di Gunungkidul Menurun Sampai 58%

0
BOR Gunungkidul
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool

STARJOGJA.COM, Info – Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit COVID-19 di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan menjadi 58 persen seiring turunnya penambahan kasus harian pasien terkonfirmasi COVID-19 di wilayah ini.

“Sampai saat ini, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit mencapai 58 persen, dan ada 10 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang menjalani isolasi di Wisma Wanagama Playen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Senin.

Ia mengatakan hari ini, penambahan kasus harian pasien terkonfirmasi sebanyak 63 kasus baru, lima di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Baca juga : Malioboro dan Stasiun Tugu Kawasan Wajib Vaksinasi

Selama dua hari terakhir, angka kasus baru COVID-19 di Gunung Kidul di bawah 100 kasus, seperti Minggu (15/8) dilaporkan ada 91 kasus baru namun dengan angka kematian cukup tinggi yaitu 12 kasus, sedangkan pada Sabtu (14/8) terdapat 106 kasus baru, tujuh di antaranya meninggal dunia.

“Angka sembuh terkonfirmasi COVID-19 di Gunung Kidul cenderung tinggi selama tiga hari terakhir, yaitu sebanyak 156, 135, dan 174 kasus secara berturut-turut sejak Sabtu hingga Senin ini,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gunung Kidul, total terkonfirmasi COVID-19 selama pandemi sebanyak 16.373 kasus dengan rincian kasus aktif sebanyak 1.424 kasus, angka meninggal dunia naik jadi 914 kasus, dan sebanyak 14.035 kasus dinyatakan sembuh.

Meski data menunjukkan adanya penurunan penambahan harian terkonfirmasi COVID-19, Dewi mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Gunung Kidul masih bersifat dinamis. Hal ini bisa dilihat dari indikatornya pada kepatuhan protokol kesehatan.

 

Sumber : antara

Pesan Sultan Saat Penurunan Kasus Covid-19 DIY

Previous article

Kutipan Soekarno, Sang Proklamator Cocok untuk Status WhatsApp

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *