News

Nadiem Makarim Temui Sultan HB X Bahas PTM

0
Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem makarim

STARJOGJA.COM, Info – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim menegaskan vaksinasi murid atau pelajar tidak menjadi syarat bagi daerah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) untuk daerah yang melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3.

Namun, Gubernur DIY Sri Sultan HB X tetap menginginkan vaksinasi guru dan pelajar menjadi syarat bagi sekolah untuk menggelar PTM meski DIY sudah masuk level 3. Baik Sultan maupun Mendikbud-Ristek tetap sepakat izin orang tua tetap menjadi syarat utama.

Baca juga : Menteri Nadiem Beri Sanksi Kasus Pelajar Nonmuslim Wajib Berjilbab

“Sekolah-sekolah yang gurunya sudah divaksinasi semua wajib menyediakan opsi PTM, dan ortu [orang tua] tak boleh dipaksa. Keputusan terakhir itu ada di orang tua, orang tua mau anaknya PJJ [pembelajaran jarak jauh] silakan,” kata Nadiem seusai menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Selasa (14/9/2021).

Selain menemui Gubernur DIY, Nadiem bersama rombongan juga bekunjung ke sekolah dasar (SD) Muhammadiyah Jogja, Taman Siswa, dan SMA Ma’arif. Nadiem mengatakan vaksinasi tidak menjadi kriteria untuk membuka sekolah. Namun vaksinasi guru menjadi kriteria mewajibkan PTM secara terbatas.

“Semua yang di level 1-3 boleh tatap muka sekarang juga, tak perlu menunggu vaksinasi walaupun hampir semua tenaga pendidikan 50-60% sudah divaksin. Tapi ada sekolah-sekolah yang gurunya sudah divaksin lengkap dua kali wajib menggelar pembelajaran tatap muka,” kata Nadiem.

Nadiem memberi penjelasak kepada sekolah-sekolah yang susah membedakan peraturan daerah dan peraturan Pemerintah Pusat. Dia mengingatkan SKB 4 Menteri sama sekali tidak memuat aturan berapa hari menggelar PTM dalam sepekan atau berapa jam yang diperbolehkan dalam sehari.

“Kami hanya membatasi jumlah anak per kelas, yakni 18 anak per kelas untuk SD, SMP, SMA dan misalnya lima anak per kelas untuk PAUD,” kata Nadiem.

Meski demikian, PTM tetap harus digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Tidak boleh ada kantin sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler.

Nadiem menambahkan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dibebaskan untuk persiapan PTM, terutama sekolah-sekolah swasta yang saat ini sangat terpukul secara ekonomi. Nadiem mengapresiasi DIY yang selalu menjadi pionir dalam berbagai inisiatif, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan yang bisa dicontoh bagi daerah lain.

Sultan mengatakan Mendikbud-Ristek sudah berdialog dengan guru-guru di DIY untuk menyiapkan PTM. Raja Kraton Kasultanan Ngayogyakarta ini mengatakan vaksinasi pelajar di DIY tinggal sedikit lagi sehingga Sultan ingin sekolah yang disiapkan menggelar PTM adalah bagi sekolah yang guru dan muridnya sudah divaksin.

Sultan khawatir jika belum semua belum disuntik vaksin, DIY kembali masuk zona merah penularan Covid-19, dan banyak orang tanpa gejala (OTG). Sultan juga khawatir dirinya disalahkan oleh orang tua ketika kasus Covid-19 naik lagi. “Saya di PTUN [Digugat] orang tua pie aku,” ucap Sultan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menambahkan izin orang tua akan menjadi pertimbangan bagi DIY untuk menggelar PTM. “Nanti izin orang tua jadi syarat,” ucap Baskara Aji.

 

Sumber : harianjogja

Bayu

UNY dan KBRI Tokyo Sepakat Kerjasama

Previous article

Pakar Iklim UGM : Antisipasi Bencana saat Hujan Lebat di Indonesia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News